Memaknai Hari Kartini

Asrudin
http://www.suarakarya-online.com/

“Kamu tahu motto hidupku? ‘Aku mau’. Dua kata sederhana ini telah membawaku melewati gemunung kesulitan. ‘Aku tidak mampu’ berarti menyerah. ‘Aku mau!’ mendaki gunung itu.”

Demikian Kartini mengatakan hal itu pada Stella Zeehandelaar (seorang perempuan Belanda) dalam suratnya pada 23 Agustus 1900. Motto ‘aku mau’ bukan tanpa makna. ‘Aku mau’ menunjukkan keinginan keras Kartini untuk merubah situasi dan kondisi Indonesia yang saat itu terbilang cukup memprihatinkan: marjinalisasi terhadap perempuan dan kondisi kolonialisme. Continue reading “Memaknai Hari Kartini”

Perempuan dan Ideologi Familialisme

Siti Muyassarotul Hafidzoh
http://www.suarakarya-online.com/

Peran kaum perempuan masih berada di pinggir peradaban. Kisah-kisah dan gerak-geriknya masih dipandang sebelah dalam sejarah peradaban dunia. Kooptasi kaum lelaki masih begitu tinggi, sehingga gerak perempuan terus dimonitoring setiap waktu. Melangkah selalu dibatasi ruas tradisi yang salah kaprah serta doktrin agama yang ditafsir dengan sepihak dan tendensius. Perempuan akhirnya hanya bisa berkilah dalam setiap geraknya, mencari posisi pinggir, dan terus terkebiri dalam babakan sosial yang dijalani. Continue reading “Perempuan dan Ideologi Familialisme”

Hari Tenggelamnya van der Decken

Guntur Alam
http://www.lampungpost.com/

BANYAK cerita yang beredar tentang tenggelamnya kapal yang dikomandoi Kapten Hendrik van der Decken di Tanjung Harapan, 1641. Kapal dagang VOC yang bertolak dari Batavia dengan membawa rempah-rempah menuju Holland. Dari sekian banyak cerita yang ada, semua seolah sepakat kalau peristiwa naas itu akibat ulah Kapten Hendrik van der Decken yang bersekutu dengan iblis. Continue reading “Hari Tenggelamnya van der Decken”

Tikus dan Kucing

Sam Edy Yuswanto
Republika, 15 April 2012

SEPULANG bertugas dari luar kota, Marni, istriku, menyambut kedatanganku di depan pintu rumah dengan wajah gemas. “Pokoknya Mas mesti nyari kucing, sore ini juga!”

Huft, badan penat begini, langsung disambut ceracau nyinyir istri. Hei, dia bilang aku harus nyari kucing? Buat apa? Continue reading “Tikus dan Kucing”

Tembang Kenangan Itu

Hery Firyansyah
http://www.suarakarya-online.com/

Rio, mendendangkan lagi tembang kenangan itu. “Putri, ini Ayah. Ayah, ini Putrimu.” Lantas kudengar suara Rio tertawa bersama putriku, diakhir setiap dendang itu. Aku selalu ingin keluar dari tubuhku, kalau kudengar dendang itu. Tapi, aku tidak bisa melakukan apapun, tentu saja. Seperti aku tidak bisa mengatakan pada Rio (suamiku) siapa ayah, dari putriku? Continue reading “Tembang Kenangan Itu”

Bahasa »