Surat yang Ditulis dengan Tinta Merah

Sunaryono Basuki Ks
http://www.suarakarya-online.com/

Iwan seorang sastrawan, walau pun belum terkenal, dia menghayati sastra dengan jiwanya. Sejak kecil. Bahkan karena ketertarikannya pada karya sastra yang disiarkan oleh radio, dia juga ingin menjadi penyiar radio. Dia bahkan bersurat pada pengasuh ruang Arena Pelajar yang disiarkan oleh radio setiap jam enam tiga puluh pagi mengenai keinginannya menjadi penyiar radio. Apa syarat-syaratnya dan sebagainya. Continue reading “Surat yang Ditulis dengan Tinta Merah”

Anakku

Bagus Sidi Pramudya
http://www.suarakarya-online.com/

Solo, Jawa Tengah, bulan Maret. Hari menjelang sore. Sri Kandi masih tertahan di sekretariat senat mahasiswa. Padahal pertemuan antar elemen mahasiswa di kampus tersebut telah berlangsung sejak pagi. Continue reading “Anakku”

Jilbab dan Feminisme

Iwan Nurdaya-Djafar *
http://www.lampungpost.com/

KARYA Qassim Amin (1865-1908) bertajuk Tahrir al-Mar’ah (Pembebasan Kaum Perempuan) merupakan kitab pertama dalam sejarah feminisme Islam yang terbit pada 1899 di Mesir.

Sejatinya, karangan Bapak Feminisme Mesir itu tak bisa dikatakan sebagai temuan baru karena sebelumnya telah didahului Rifaah Rafi at-Tahtawi dan Muhammad Abduh. Yakni, dalam hal memberi kaum perempuan pendidikan di sekolah dasar dan memperbarui hukum tentang poligini dan perceraian. Continue reading “Jilbab dan Feminisme”

JADZAB

Usman Arrumy

Jadzab, di dalam istilah tasawuf adalah suatu maqom atau keadaan di luar kesadaran seseorang, atau bahkan, sudah tidak tertaklif secara syariat? kali ini saya hendak mengawalinya dengan asal-usul lafadz JADZAB terlebih dahulu, bahwa di dalam kamus bahasa arab mula dari JADZAB adalah – Jadzaba-Yajdzibu-Jadzban – yang berarti mempunyai makna ”menarik”, sementara obyek atau maf’ulnya adalah majdzub yang berarti mengandung makna tertarik, di dalam istilah sufi, Continue reading “JADZAB”

Bahasa ยป