Strategi Tekstual Pastiche

Ribut Wijoto

Ketika gagasan tentang puisi telah banyak dituliskan, ketika eksplorasi kata telah banyak dijalankan, dan ketika keragaman bunyi telah banyak dicatat; Apakah seseorang mesti berhenti mencipta puisi?

Terhadap hal ihwal bunyi dan kata, sejarah puisi Indonesia dapat dikatakan masih muda, sekaligus renta. Muda disebabkan usia puisi modern yang belum genap satu abad, terhitung dari munculnya Balai Pustaka. Renta apabila dicermati kegairahan dan keberhasilannya memperlakukan bunyi, dan memperlakukan kata. Continue reading “Strategi Tekstual Pastiche”

Filosofi Penindasan

Emha Ainun Nadjib
__Republika

Rakyat saya ini sungguh bandel. Sebagai pemimpin, sungguh saya tak pernah menyangka bahwa manusia bisa sedemikian mbanggel-nya. Susah benar mengatur mereka. Orang diajak bersatu saja kok sukarnya bukan main.

Mending mengurusi kambing atau sapi.
Bersatu itu ‘kan enak. Alam dan kehidupan sudah memberi contoh sejak dulu. Continue reading “Filosofi Penindasan”

Mencari Garuda Ketemu Iblis

Indra Tranggono *

Bagi publik teater yang mengikuti perkembangan teater tahun 1980-an, tentu tidak asing dengan kelompok teater pimpinan Fajar Suharno (eks Bengkel Teater) ini. Pada periode itu, Dinasti pernah tampil antara lain melalui Geger Wong Ngoyak Macan.

Berdiri pada 1977, Dinasti bisa disebut kelompok teater yang mengambil peran penting dalam dinamika seni, budaya, dan politik di negeri ini, pada saat represi Orde Baru menguat. Continue reading “Mencari Garuda Ketemu Iblis”

Sepenggal Kisah Ikan Paus Biru

Fakhrunnas MA Jabbar *
Riau Pos, 1 April 2012

SUATU kali, Hasan Junus menanyai saya soal ikan. Sebab, saya memang dikenal Hasan selain sebagai sastrawan juga sarjana perikanan. Pertanyaan Hasan sederhana saja: “Nas, awak tahu tak tentang ikan paus biru?” Saya tak langsung menjawab disebabkan pertanyaan Hasan itu terasa tendensius. Tanpa menunggu jawaban saya, Hasan pun secara rinci menjelaskan bagaimana sosok ikan paus biru lengkap dengan nama Latinnya (scientific name) sepanjang usianya terus bertumbuh. Continue reading “Sepenggal Kisah Ikan Paus Biru”

Realitas Sosial-Politik dalam Tunggu Aku di Sungai Duku

Cikie Wahab
Riau Pos, 8 April 2012

Namun aku merasakan sesuatu yang lain ketika memasuki tempat ini. Aku tak peduli apakah ini penjara bagi pesakitan, perampok, pemerkosa, koruptor, bromocorah kambuhan atau residivis kelas kampung. Kalau engkau ingin tahu, Maria, aku merasa inilah tempat yang baik bagi pikiranku, setidaknya aku merasa hidup yang lebih bebas dan pikiranku bisa berjalan dengan seluas-luasnya. (Penjara: hal. 3) Continue reading “Realitas Sosial-Politik dalam Tunggu Aku di Sungai Duku”

Bahasa ยป