Gerakan Sastra Berbasis Ekonomi Mikro

Putri Utami *
__Radar Mojokerto, 11 Maret 2012

Mengamati gerakan sastra, ada bermacam konsep yang dilakukan oleh sastrawan. Sebut saja dari gerakan pencetakan buletin, majalah, buku, mengunggah karya sastra di situs internet, workshop jurnalis, perlombaan baca puisi, cerpen dan novel, pelatihan musikalisasi puisi, bedah buku, diskusi sastra di berbagai komunitas dll. Secara umum, seluruh pergerakan sastra tersebut bertujuan menancapkan basis kesusastraan yang kuat pada generasi berikutnya. Continue reading “Gerakan Sastra Berbasis Ekonomi Mikro”

MENYINGKAP PETA SASTRA DI BANGKA BELITUNG: DARI HAMIDAH KE HIDAYATULLAH

Sunlie Thomas Alexander
www.mantagisme.co.cc 26 Agu 2008

Gedung wanita Hamidah yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Pangkalpinang, ibukota Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung pada saat-saat tertentu memang tampak sedikit bergengsi dengan diselenggarakannya acara wisuda mahasiswa, seminar-seminar, diklat, pentas musik, peragaan busana, pemilihan model remaja, sampai resepsi pernikahan anak pejabat di sana. Continue reading “MENYINGKAP PETA SASTRA DI BANGKA BELITUNG: DARI HAMIDAH KE HIDAYATULLAH”

Potensi Sastra Daerah Penyangga Ibukota

Ahmadun Yosi Herfanda *
Republika, 26 Maret 2006

Sebagai wilayah penyangga ibukota (Jakarta), Tangerang banyak menjadi hunian pilihan para urban, termasuk sastrawan. Dari catatan Yayasan Kesenian Tangerang (YKT), misalnya, sedikitnya ada 49 sastrawan yang tinggal di wilayah Kabupaten Tangerang. Di luar daftar itu, masih ada nama-nama lain yang pernah mempublikasikan karya di media massa, sehingga jumlah seluruhnya bisa mencapai 70 orang lebih. Continue reading “Potensi Sastra Daerah Penyangga Ibukota”

Gede Karang menuju Laut

I Made Iwan Darmawan
http://www.balipost.co.id/

Kaki telanjang itu tenggelam setumit ke dalam pasir hitam basah. Pemiliknya menenteng dua jerigen penuh bensin. Pandangannya ke arah laut yang sedang bergelora. Dari arah berlawanan angin bertiup kencang dan basah. Dadanya telanjang, selembar kain batik kusam menggelantung di leher; pahanya dibalut celana pendek, robek di sana sini. Malam gelap, hampir tanpa bintang. Continue reading “Gede Karang menuju Laut”

Bahasa ยป