Paradigma Kearifan Lokal

M. Fauzi Sukri *
solopos.com

Memang ada perbedaan antara aktualisasi dan, katakanlah, “saintifikasi” dalam diskursus kearifan lokal yang mengemuka beberapa tahun ini. Yang pertama berangkat dari asumsi bahwa sesuatu yang sudah ada akan dikemukakan (kembali) pada publik, katakanlah, sekadar biar tahu atau lebih dipahami. Sedangkan yang kedua, berangkat dari keingintahuan akademis yang mendalam untuk dibuat generalisasi yang bersifat teoritis dan filosofis terhadap yang sudah ada. Continue reading “Paradigma Kearifan Lokal”

Semangat “Berlayar” Orang-orang Tegal

Akhmad Sekhu *

Jangan ngaku sebagai wong Tegal kalau tidak punya KTP bergambar kapal, demikian seorang teman dengan penuh kebanggaan mengatakan hakekat jati dirinya sebagai orang Tegal.

Tegal yang berslogan sebagai Kota Bahari memang wilayahnya persis berada di daerah pesisiran pantai utara, atau disingkat pantura. Mayoritas masyarakat Tegal, salah satunya adalah sebagai nelayan, Continue reading “Semangat “Berlayar” Orang-orang Tegal”

HJ (Hasan Junus), Pengasah Permata Budaya Melayu, Telah Berangkat Tanpa Beban

UU Hamidy *
riaupos.co

Hasan Junus pengarang Riau yang piawai telah berangkat menghadap Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia telah berangkat dalam keadaan tenang dan damai. Hasan Junus mendapat julukan Pena yang Tak Pernah Kering karena dialah satu-satunya pengarang Riau yang tiada mengenal lelah dalam menulis. Penanya bergerak lebih cepat daripada gerak langkahnya. Continue reading “HJ (Hasan Junus), Pengasah Permata Budaya Melayu, Telah Berangkat Tanpa Beban”

Ars Poetica

Hasif Amini
Kompas, 14 Mei 2006

Bila tak sedang memerikan hal-ihwal dunia (dan) manusia, puisi kadang menengok kembali dirinya sendiri. Lewat tangan si penyair, kata-kata lepas dan bermain,
bekerja, sesekali bercermin, merenung: apa sesungguhnya puisi, apa yang mestinya dilahirkan oleh puisi, apa yang mesti dijalankannya, apa yang tidak, dan seterusnya. Dan pencandraan diri seperti itu ternyatalah bukan hanya gejala modern kemarin sore. Continue reading “Ars Poetica”

Membumikan Cerita ala Saut Poltak Tambunan

Benny Arnas *
riaupos.co

Sampai sekarang, saya masih belum mampu mendefinisikan “sastra”. Dari apa yang saya gumuli selama ini, saya baru (sampai) pada tingkat pemahaman bahwa “sastra” adalah karangan yang mampu meng-upgrade kemampuan pembaca dalam memaknainya.

Artinya, saya percaya bahwa ada definisi lebih tepat yang (mungkin) sudah dicetuskan oleh orang-orang terdahulu. Bukan berarti saya tak ingin membuka-buka referensi. Tapi, Continue reading “Membumikan Cerita ala Saut Poltak Tambunan”

Bahasa »