Adipati Karna Disisihkan Lantaran Perbedaan

Abdurrahman Hakim *
http://www.lampungpost.com/

Teater Satu mementaskan Kisah Lain Kurusetra atawa Karna Gugur karya Goenawan Mohamad. Adipati Karna yang disisihkan lantaran perbedaan kasta, warna darah, dan asal usulnya yang tak jelas.

HARI ke-16 perang Baratayuda di padang Kurusetra. Kedua seteru kembali bertemu dalam pertempuran hidup dan mati. Anak panah dan tombak beterbangan di udara. Mayat-mayat prajurit bergelimpangan. Continue reading “Adipati Karna Disisihkan Lantaran Perbedaan”

Pelajaran Kreatif dari Joni Ariadinata

Hary B. Kori’un
Riau Pos, 5 Agu 2007

BAGI kalangan sastrawan atau penulis, tetap mempertahankan nyala api kreatif, bukanlah persoalan mudah. Banyak sastrawan yang pada suatu masa menjadi sangat produktif, tiba-tiba mengalami stagnasi dan karya-karyanya tak lagi bisa dinikmati masyarakat. Banyak hal yang mempengaruhinya. Ada yang sibuk dengan pekerjaannya di luar dunia kepenulisan, ada yang karena sudah makmur sehingga kehilangan ide-ide kreatif, atau masalah lainnya yang lebih beragam. Continue reading “Pelajaran Kreatif dari Joni Ariadinata”

Senin, Guguran Daun-Daun

Mahwi Air Tawar
lampungpost.com

TIGA helai daun kering melayang-layang di atas gundukan tanah kuburan. Patek!, umpatnya. Gemetar. Segurat wajah legam suaminya membayang. Burung memintas dari sela dahan pohon kamboja. Ia berpaling ke belakang, lengang.

“Pasti ulahnya,” gumamnya. Terbetik pikiran aneh perihal suaminya, Suhmiyati calon istri kedua. Ah. Berseraklah titik fokus tujuannya mendatangi kuburan lewat sepertiga malam dengan tubuh hanya dibaluti sarung setengah badan. Continue reading “Senin, Guguran Daun-Daun”

Sepatu dan Politik Identitas

Bandung Mawardi
http://epaper.tempo.co/

Politik modern memang bisa “ditamsilkan” dengan sepatu. Kisah sepatu ala Dahlan Iskan itu merepresentasikan adab politik kebersahajaan. Kisah sepatu ala Julia Gillard adalah efek protes politik.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menenteng sepasang sepatukets. Peristiwa itu terjadi setelah mengikuti rapat kabinet di Kemayoran (19 Januari 2012). Menteri itu tampak lelah. Dahlan Iskan mengucap,“Capek aku pakai sepatu.“ Continue reading “Sepatu dan Politik Identitas”

Ruang Kata di dalam Sajak Remeh

Alex R Nainggolan
Kompas, 25 April 2010

KETIKA seorang penyair mengubah yang remeh menjadi berarti, barangkali sajak yang ditulisnya justru berkisah banyak. Kata-kata yang terjalin bukan hanya sekadar meminjam bahasa, melainkan menjelma jadi sebuah sintaksis kalimat yang ajaib.

Hasan Aspahani adalah penyair yang mahir dengan hal tersebut. Meminjam bahasa Iswadi Pratama—ia merebut segala yang remeh dan tak berarti. Continue reading “Ruang Kata di dalam Sajak Remeh”

Bahasa »