RPA Suryanto Sastroatmodjo: Kematian Terindah Pejuang Budaya

R. Toto Sugiharto

“kebudayaan berasal dari hati, bukan dari nalar” (RPA Suryanto Sastroatmodjo)

RPA (Raden Panji Anom) Suryanto Sastroatmodjo (60) terbaring di kamar kontrakannya –Jalan Nagan Lor 21, Yogyakarta, di antara berkas yang berserakan dan amben reot dengan kasur yang lapuk. Pejuang budaya itu sudah berpulang ke Pangkuan Ilahi, Selasa Kliwon, 17 Juli 2007 pukul 10.00 tiga tahun silam. Suryanto wafat dalam sunyi, ketika zaman dan situasi semakin “menyembilu hati” – ungkapan khas Chairil Anwar – ini pernah dilontarkan oleh almarhum beberapa pekan sebelum meninggal. Continue reading “RPA Suryanto Sastroatmodjo: Kematian Terindah Pejuang Budaya”

Antara Gajah Mada dan Rahwana

Viddy AD Daery *
http://oase.kompas.com/

Kontroversi yang mengiringi artikel saya mengenai “Gajah Mada kelahiran Lamongan” bercuatan dengan seru, hampir sebagian besar komentator lebih mengedepankan rasa chauvinisme sempit ketimbang memakai rasio,logika dan intelektualitasnya. Saya yang sudah membaca lebih dari seribu buku kebudayaan , sejarah dan sosial-politik dengan mudahnya dituduh ngawur,enggak baca buku dan sebagainya. Continue reading “Antara Gajah Mada dan Rahwana”

Drama dan Opera Chatterton

Hasan Junus
riaupos.co

BIASANYA seorang penyair dikenal sangatlah piawai menapis kata-kata sampai menjadi sesuatu wujud yang mulia dan terpilih lebih dari seorang prosateur atau penulis prosa mengutak-atik kata-kata. Karena itulah tiga di antara pengarang novel sejarah atau dalam bahasa Perancis disebut roman historique yang awal terdiri dari tiga orang penyair terkemuka yaitu Alfred de Vigny (1779-1863; penyair, dramawan), Victor Hugo (1802-1885) dan Thiophile de Gautier (1811-1872). Continue reading “Drama dan Opera Chatterton”

Kemandirian Berpikir Sang Penyair

Faiz Manshur
http://www.kompasiana.com/faizmanshur

Belakangan ini situs jejaring social Facebook diguncang isu yang menarik perhatian para pecinta sastra dan budaya. Mungkin karena kualitas buku PUISI dan BULU KUDUK, juga karena prestasi Acep mendapat Penghargaan sastera sunda atas karyanya, Paguneman (Kumpulan saja basa Sunda). Puisi dan Bulu Kuduk sendiri merupakan buku berisi esai-esai sastra dan budayayang telah beredar luas, dan dibaca banyak pecinta sastra Indonesia, bahkan sekarang sering diminati guru bahasa. Continue reading “Kemandirian Berpikir Sang Penyair”

Bahasa »