Membaca Sastra bersama Dewan Kesenian Jakarta

Andi Gunawan

Setelah sukses di Kopitiam Oey Sabang dan Kopitiam Oey Salihara, kini giliran Dewan Kesenian Jakata (DKJ) menggelar Gerakan Indonesia Membaca Sastra (GIMS) di Kafe Tjikini, Cikini, Jakarta Pusat. GIMS kali ini akan membacakan novel Atheis karya Achdiat K. Mihardja dan Bukan Pasar Malam karya Pramoedya Ananta Toer. Pembacaan akan berlangsung setiap Jumat (2, 9, 16 Desember), 16.00-19.00 WIB. Continue reading “Membaca Sastra bersama Dewan Kesenian Jakarta”

Dewan Kesenian Akan Hadirkan Maestro Seni Tradisi

Jodhi Yudono
kompas.com

Dewan Kesenian Jambi akan menghadirkan tiga maestro seni tradisi daerah ini pada helatan malam budaya 7 Januari yang digelar bertepatan dengan HUT ke-55 Provinsi Jambi.

“Jambi memiliki tiga maestro seni tradisi yang umurnya 70 tahun ke atas, dan mereka kami hadirkan langsung untuk mengisi acara malam budaya Jambi,” kata Ketua Umum Dewan Kesenian Jambi (DKJ) Aswan Zahari, Kamis. Continue reading “Dewan Kesenian Akan Hadirkan Maestro Seni Tradisi”

Muzakir Dapat Penghargaan Kebudayaan Juga Lantik Dewan Kesenian

Jazzi, Herman
sumselpost.com

BUPATI Muara Enim, Ir. H. Muzakir Sai Sohar mendapatkan medali dan penghargaan kebudayaan dari Lembaga Kebudayaan Nasional Indonesia (LKNI-PUSAT), Jumat (27/1) sekitar pukul 21.00 di Gedung Putri Dayang Rindu Muara Enim. Penghargaan diberikan seiring Bupati melantik kepengurusan Dewan Kesenian Kabupaten Muara Enim masa bakti tahun 2011-2015. Continue reading “Muzakir Dapat Penghargaan Kebudayaan Juga Lantik Dewan Kesenian”

Quo Vadis Dewan Kesenian

Michael Gunadi Widjaja

Pengantar

Banyak masyarakat yang belum mengetahui jika di tiap kota atau kabupaten di tanah air,terdapat sebuah institusi bernama Dewan Kesenian.Dikalangan seniman dan pekerja seni pun,keberadaan Dewan Kesenian belumlah populer.Memang Dewan Kesenian bukanlah sebuah dewan dengan legitimasi besar seperti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.Para anggotanya pun tidaklah “mentereng” sebagaimana anggota DPRD “yang terhormat”. Continue reading “Quo Vadis Dewan Kesenian”

Bahasa »