Mustafa Ismail *
http://www.suarakarya-online.com/
Kupu-kupu yang lucu
kemana engkau terbang
hilir mudik mencari
bunga yang kembang
untuk mengisap madu
dan sarinya Continue reading “Antologi Puisi Negeri di Atas Langit: Kupu-kupu untuk SBY”
Mustafa Ismail *
http://www.suarakarya-online.com/
Kupu-kupu yang lucu
kemana engkau terbang
hilir mudik mencari
bunga yang kembang
untuk mengisap madu
dan sarinya Continue reading “Antologi Puisi Negeri di Atas Langit: Kupu-kupu untuk SBY”
Dwidjo U. Maksum
http://www.tempo.co/
Menjelang pementasan “Mega-Mega” karya dramawan Arifin C. Noer oleh Teater Magnit, Sabtu (2/4) pukul 13.00 – 21.00 WIB di Aula Kementerian Agama Ngawi, Jalan Kartini 15 Ngawi, latihan dan persiapan terus digenjot. “Perlu konsentrasi dan penjiwaan penuh karena ini potret kemiskinan yang dengan sangat bagus diangkat Arifin C. Noer menjadi naskah lakon,” kata Kusprihyanto Namma, sang sutradara, Selasa (22/3). Continue reading “Patah Tumbuh Generasi Teater Magnit”
Odi Shalahuddin *
http://www.kompasiana.com/odishalahuddin
Sastra Bulan Purnama putaran ke tiga dilangsungkan di Rumah Budaya Tembi dengan tajuk: Kembali ke Jogja Membaca Sastra. Informasi yang sudah disampaikan oleh Bung Ons Untoro selaku koordinator dan penanggung jawab kegiatan ini kepada rekan-rekannya melalui jejaring sosial pada tanggal 3 Desember 2011. Saya sendiri menyatakan siap untuk hadir. Continue reading “Kembali Ke Jogja Membaca Sastra”
Viddy AD Daery
__kompas.com
Gajah Mada, pahlawan maha besar Nusantara itu lahir di wilayah Lamongan, Jawa Timur? Menjawab pertanyaan itu akan menimbulkan berbagai macam jawaban, kalau ditanyakan ke banyak orang, namun kalau ditanyakan kepada saya, jawaban saya adalah Iya Betul! Karena berbagai macam alasan: Continue reading “Gajah Mada Lahir di Lamongan?”
Dwi Nikmatika Roma
___Harian Semarang
Sejak tergabung dengan organisasi Hysteria dan menjabat direktur pada 2007 hingga sekarang telah banyak dilakukan Adin. Untuk pertama kalinya Hysteria mempunyai forum rutin bernama “Ngobrol Sastra Rerasan Budaya” yang berlangsung hingga 21 kali pertemuan.
Hysteria yang pada mulanya ekslusif dan hanya untuk kalangan terbatas menjadi organisasi terbuka yang rajin menggelar diskusi. Continue reading “Adin dan setitik perjuangan sastra Semarang”