Sejarah dan Kekerasan: Membongkar Kenangan Pahit

Indira Permanasari
Kompas, 18 Juli 2008

”APA peristiwa sejarah Indonesia yang Bapak anggap penting dan paling diingat?” Tanpa jeda waktu lama, Wayan Tinggal menjawab pertanyaan tersebut. ”G 30 S (Gerakan 30 September) tahun 1965. Tetangga saya di Klungkung dibawa orang, saya melihatnya. Rumahnya terus dibakar,” kata sopir taksi di Sanur, Bali, ini. Continue reading “Sejarah dan Kekerasan: Membongkar Kenangan Pahit”

Indonesia; Majapahit, Atlantis, Fantastis!

Akhmad Sekhu *

Aku berpikir, maka aku ada. Demikian ungkapan dari Rene Descartes, filsuf kebangsaan Perancis yang hidup pada abad ke-17. Sebuah ungkapan inspiratif yang kemudian menginspirasi saya pada sebuah ungkapan; aku gelisah, maka aku ada. Adakah orang yang tidak pernah gelisah? Semua orang tentu pernah merasa gelisah. Bagai Medusa, saya gelisah. Medusa, raksasa berambut ular dalam kisah mitologi Yunani Kuno. Medusa yang selalu dihubung-hubungkan dengan kegelisahan. Continue reading “Indonesia; Majapahit, Atlantis, Fantastis!”

Perempuan Gembel Debleng

Jusuf AN
Majalah Esquere, Apri 2011

Bagaimana mungkin? Bawuk, perempuan paling cantik di kampung itu, yang telah sekian lama hidup di kota, ternyata memiliki rambut gembel, rambut kusut yang seolah membeku—beratus helai menyatu menjadi gumpalan-gumpalan—berwarna coklat kemerah-merahan, tak sejuk dipandang. Warga di daerah itu percaya rambut gembel tak boleh dipangkas sekehendak hati. Konon, selain rambut serupa akan tumbuh lagi, si empunya juga akan diserang sakit yang tak remeh. Continue reading “Perempuan Gembel Debleng”

Watu Beber

Akhmad Muhaimin Azzet *
http://www.kompasiana.com/akhmad_muhaimin_azzet

Hujan gerimis yang terjadi hampir seharian, hingga senja menuju gelap ini belum juga berhenti. Anjing Lek Marsuji di ujung jalan juga tidak seperti biasanya, seakan mempunyai keasyikan tersendiri dengan menyalak berkepanjangan. Dan, suasana semakin terasa wingit, tatkala dari rumah Ki Waseso asap kemenyan mengepul lewat celah-celah genting dan baunya menyergap ke segala penjuru. Bibir sesepuh desa itu menggumamkan mantra tiada henti. Continue reading “Watu Beber”

Bahasa »