Dessy Wahyuni
Riau Pos, 6 Maret 2011
KAMPUNG Kusta telah menjadi tempat pembuangan orang-orang yang dianggap membawa aib bagi keluarganya sejak perang pada zaman Jepang di Tebingtinggi, dan telah ratusan orang kusta telah mati dan dikubur di sana. Padahal pada awalnya mereka disembunyikan oleh sanak keluarga di loteng-loteng rumah. Gambaran ini terlihat di kedua teks yang ada, seperti beberapa kutipan berikut ini. Continue reading “Hipogram dan Transformasi Teks: Cerpen Marhalim Zaini dan Karya Jurnalistik Kartini Fattach”
