Hipogram dan Transformasi Teks: Cerpen Marhalim Zaini dan Karya Jurnalistik Kartini Fattach

Dessy Wahyuni
Riau Pos, 6 Maret 2011

KAMPUNG Kusta telah menjadi tempat pembuangan orang-orang yang dianggap membawa aib bagi keluarganya sejak perang pada zaman Jepang di Tebingtinggi, dan telah ratusan orang kusta telah mati dan dikubur di sana. Padahal pada awalnya mereka disembunyikan oleh sanak keluarga di loteng-loteng rumah. Gambaran ini terlihat di kedua teks yang ada, seperti beberapa kutipan berikut ini. Continue reading “Hipogram dan Transformasi Teks: Cerpen Marhalim Zaini dan Karya Jurnalistik Kartini Fattach”

Mal Permainan Simbol Sosial, Pembentukan Identitas Kultural

Marhalim Zaini
Riau Pos, 26 Juni 2011

HARI ini, banyak orang seperti keranjingan mall. Pusat perbelanjaan modern abad ke-21 itu, yang tumbuh menjamur di kota-kota, tampaknya telah demikian memikat hasrat banyak orang untuk mengunjunginya. Tidak hanya pada hari libur, tapi hampir setiap saat mall senantiasa ramai. Meskipun mall adalah sebuah pasar, tapi mereka yang datang ke mall tidak semata bertujuan melakukan transaksi jual-beli. Sebab rupanya, konsep jual-beli yang dimiliki oleh pasar alamiah telah dilampaui oleh konsep pasar yang dikembangkan mall. Continue reading “Mal Permainan Simbol Sosial, Pembentukan Identitas Kultural”

Cerita-cerita tentang Kita (Pembacaan Kumcer Bulan Celurit Api)

Ita Siregar
Riau Pos, 30 Januari 2011

APA yang akan terjadi ketika kita menceritakan cerita kita, tetangga kita, kampung kita? Mungkin kita akan saling mengenal dengan baik.

Tony Pollard, penulis asal Australia, menuturkan kegentarannya –-meski dia telah melakukan dengan baik– ketika menerjemahkan cerpen “Batubujang” karya Benny Arnas ke bahasa Inggris. Cerpen itu termasuk dalam antologi dua bahasa bersama 12 pengarang Indonesia yang diundang ke acara UWRF (Ubud Writers and Readers Festival) di Ubud, Oktober lalu. Continue reading “Cerita-cerita tentang Kita (Pembacaan Kumcer Bulan Celurit Api)”

Arus Kesadaran Rendra

Soni Farid Maulana
Pikiran Rakyat, 27 Juni 2009

“RENDRA adalah pribadi yang menarik,” begitu kata Prof. Dr. A. Teeuw dalam suatu kesempatan di Leiden, pada tahun 1999 lalu. Saat itu, saya termasuk salah seorang penyair Indonesia yang diundang mengikuti Festival de Winternachten, di Den Haag, Belanda. Saya berkesempatan bertemu dengan Prof. Dr. A. Teeuw justru lewat Rendra. Tidak saya mungkiri, Rendra memiliki pribadi yang menarik, terbuka, dan mudah bergaul. Yang paling penting dari semua itu adalah, ia selalu murah hati dan tidak pelit dalam membagi ilmu yang dikuasainya. Continue reading “Arus Kesadaran Rendra”

Sisi Psikologis Kreativitas

Ahmad Rafsanjani*
Pikiran Rakyat, 27 Juni 2009

DALAM suatu pertemuan rutin, Masyarakat Psikoanalisis di Vienna, pada suatu siang yang cerah di tahun 1911, Alfred Adler yang kala itu menjadi ketua Masyarakat Psikoanalisis Vienna, menyinggung suatu teori mengenai kreativitas kompensasi. Melalui teorinya, Adler menganggap bahwa manusia menghasilkan kesenian, ilmu pengetahuan, dan aspek-aspek lain dari kebudayaan adalah untuk mengimbangi kekurangan mereka sendiri. Continue reading “Sisi Psikologis Kreativitas”

Bahasa »