Yang Tersisa dari TSI: Menolak Wadah, Berdayakan ASI

Isbedy Stiawan Z.S.*
Lampung Post, 19 Juli 2008

KECENDERUNGAN setiap pertemuan sastrawan akhir-akhir ini di Tanah Air latah menerbitkan rumusan di luar soal (pencapaian) estetika. Temu Sastrawan Indonesia (TSI) 1 di Jambi (7–10 Juli 2008) seakan pula latah dan “memaksakan” keinginan menelurkan gagasan wadah sastrawan. Padahal banyak komunitas yang mewadahi sastrawan, baik yang dibentuk sekelompok sastrawan atau karena “dipaksa” kelahirannya dari suatu pertemuan, musyawarah, atau kongres. Continue reading “Yang Tersisa dari TSI: Menolak Wadah, Berdayakan ASI”

Fiksi dan Semiotika Umberto Eco

Anwar Holid *
Pikiran Rakyat, 19 Juli 2008

UMBERTO Eco merupakan salah seorang novelis kontemporer paling terkemuka di dunia. Novelnya The Name of the Rose legendaris dan mengukuhkan dirinya sebagai penulis utama sastra posmodern. Sebagai bestseller terbitan 1983 di Italia, buku itu masih mudah dijumpai dan jadi salah satu standar fiksi jenis thriller. Hampir semua kritik mengakui bahwa The Name of the Rose merupakan karya dia yang paling terkenal sekaligus enak dinikmati, sebab novel itu bisa tampil sebagai karya yang bermanfaat dan menghibur pembaca. Continue reading “Fiksi dan Semiotika Umberto Eco”

Memetakan Sastra Jawa

Mashuri*
Seputar Indonesia, 20 Juli 2008

DILIHAT dari capaian estetik dan genre, sastra Jawa bisa disejajarkan dengan sastra dunia.Itu bisa dilihat dari karya Jawa Kuno hingga capaian Ronggowarsito. Namun, seiring laju waktu, ternyata sastra Jawa “terjun bebas”.

Nilai estetikanya tak lagi bisa dijadikan patokan, ragam genre yang diusungnya pun terkesan stagnan. Pertanyaannya, apa penyebab mendasar dari kemerosotan ini? Continue reading “Memetakan Sastra Jawa”

Estetika Sastra Buruh

Mustafa Ismail*
Seputar Indonesia, 20 Juli 2008

PENYAIR yang aktivis sastra buruh,Wowok Hesti Prabowo, menulis puisi seperti ini, pulang kerja shift dua/istriku membuka pintu dengan air mata/…//aku jadi ingat/ malam Minggu kemarin anakistriku kuajak putar-putar Karawaci/ sehabis nonton kembang api dari luar negeri/tentu kami tak beli apa-apa selain Indomie… Continue reading “Estetika Sastra Buruh”

Bahasa »