Keindahan dan Perlawanan

Seno Gumira Ajidarma
Kompas, 31 Jan 2010

Kanon keindahan adalah mitos, yang dilahirkan oleh suatu konotasi ideologis, yang dari waktu ke waktu telah terus-menerus disempurnakan, sehingga menjadi tonggak dalam sejarah sastra yang tidak bisa dihapuskan lagi—dengan suatu dampak sosial, bahwa bentuknya kemudian menjadi standar keindahan. Bagi para penulis yang telanjur beriman kepada suatu keyakinan atas standar tertentu, di dalam standar itulah terdapat ”substansi” atawa ”esensi” sastra, yang secara metaforik sering disebut sebagai ”roh”. Continue reading “Keindahan dan Perlawanan”

Dukun dan Dokter dalam Sastra Indonesia (“Literature and Medicine” – Sebuah Studi)

Katrin Bandel *
Kompas Cyber Media

SEKILAS pandang, sastra tampaknya tidak ada hubungannya dengan pengobatan atau dengan penyakit, dan bidang kedokteran (medicine) dan sastra (literature) jarang dihubungkan satu sama lain. Tetapi, paling tidak, dalam tradisi Barat, hubungan antarkedua bidang itu sebetulnya cukup erat. Beragam ide dan spekulasi seputar hubungan seni dengan penyakit dan pengobatan dapat kita temukan dalam pemikiran Barat sejak zaman Aristoteles; misalnya bahwa “jenius” atau bakat seni yang luar biasa merupakan sejenis kelainan jiwa (penyakit), bahwa pengalaman sakit dan penderitaan berguna atau perlu bagi seorang sastrawan (misalnya dalam pemikiran Goethe, juga Nietzsche), atau bahwa seni mempunyai potensi untuk menyembuhkan orang yang sakit. Continue reading “Dukun dan Dokter dalam Sastra Indonesia (“Literature and Medicine” – Sebuah Studi)”

Dua Penyair Indonesia di Hamburg

Catatan Baca Puisi Dorothea dan Joko Pinurbo

Dami N Toda *
Kompas, 3 Feb 2002

MUNGKIN bukan kebetulan Ruang C Philoturm Universitas Hamburg bersebelahan dengan pajangan patung kepala Ernst Cassirer (1874-1945), filsuf Yahudi-Jerman Neokantianis, bekas Rektor Universitas Hamburg (1930-1933). Salah satu buku Cassirer, Esai Manusia (An Essay On Man, 1944), terkenal di Indonesia karena pernah terpilih sebagai salah satu bacaan wajib studi sastra di Fakultas Sastra. Continue reading “Dua Penyair Indonesia di Hamburg”

Seabad Natsir, Reaktualisasi (Kegagalan) Islam Politik

Firdaus Muhammad*
Kompas, 18 Juli 2008

BULAN ini, tepatnya tanggal 17, Mohammad Natsir (17 Juli 1908–5 Februari 1993) genap seabad (17 Juli 1908–17 Juli 2008). Seabad Natsir laiknya dijadikan momentum reaktualisasi jejak rekam perjuangan politiknya dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam dalam pentas politik dan kekuasaan. Continue reading “Seabad Natsir, Reaktualisasi (Kegagalan) Islam Politik”

Suara yang selama ini membisu

Umar Junus
ART AND ACTIVISM: Some examples from contemporary Central Java
Oleh: Rosslyn von der Borsh
Penerbit: Flinders University Asian Studies Monograph, no. 4, 1988, 98 halaman
http://majalah.tempointeraktif.com/

INI mulanya latihan ilmiah di Universitas Flinders dan kemudian diterbitkan sebagai monograf. Ia membicarakan kegiatan “seniman” muda Yogya dan Solo yang berupa sastra lisan, yang ada hubungan dengan mengamen. Continue reading “Suara yang selama ini membisu”

Bahasa »