Fragmen Cinta Serat Centhini

Alex R. Nainggolan
Pikiran Rakyat, 1 Maret 2008

APAKAH cinta punya garis asal usul yang terekam, sekaligus tertulis dalam sejarah? Cinta barangkali juga sebuah rangkaian yang acap menghuni takdir kehidupan manusia. Beberapa di antaranya menjadi legenda yang lekat, luas, dan diceritakan terus-menerus. Kitab yang disibak setiap kali manusia lupa, jika cinta selalu berhadapan dengan lawan lainnya ”vis a vis” dengan perang, misalnya. Sebab biasanya, cinta berusaha menyatukan perbedaan-perbedaan. Continue reading “Fragmen Cinta Serat Centhini”

Kuasa Kata di Atas Viaduct

Afrizal Malna
Pikiran Rakyat, 27 Juni 2009

DUA kali saya membaca buku kumpulan puisi Di Atas Viaduct (Bandung dalam Puisi Indonesia). Dari dua kali membaca buku itu, saya merasa setelah melampaui 250 halaman, pembacaan saya terasa mulai rusak atau saya mulai berubah menjadi “pembaca yang rusak” setelah 250 halaman. Saya merasa nyaman membaca puisi di bawah seratus puisi, lebih dari itu rasanya ada kereta yang berantakan dalam diri saya. Kereta bahasa yang kehilangan sensitivitasnya, kata-kata gagal berada dalam sintaksisnya, dan pemaknaan dilumpuhkan. Continue reading “Kuasa Kata di Atas Viaduct”

Bahasa »