White Horse, Oktober 2211

Tandi Skober
http://www.lampungpost.com/

Libya, Oktober 2011

“Tarian tirani itu terhenti Sirte,” tulis saya di sebuah mal berdebu. Pesawat NATO di atas Libya bagaikan laba-laba berserabut ribuan pelor, di darat para pejuang Dewan Transisi Nasional (NTC) merangsek masuk terbakar mesiu, dan Mu’ammar al-Qadhdhafi terpuruk merenda hari terakhir di dalam gorong-gorong pembuangan air. Continue reading “White Horse, Oktober 2211”

Melodrama Orientalis Naik Haji

Judul: Orang Kristen Naik Haji
Penulis: Augustus Ralli
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Cetakan: I, Agustus 2011
Tebal: 371 halaman
Peresensi: Wildani Hefni *
http://www.lampungpost.com/

IBADAH haji adalah salah satu adat kebiasaan bangsa Arab Pagan yang sudah ada sejak lama sebelum Muhammad datang. Orang dari pelbagai penjuru dunia membeludak dengan satu tujuan: mengunjungi baitullah (rumah Allah). Continue reading “Melodrama Orientalis Naik Haji”

Cara Sastra(wan) Empati terhadap Bencana

Jusuf AN *

Serasa masih belum kering air mata negeri ini atas tregedi tsunami yang terjadi Atceh (2004), gempa bumi di Pangandaran (2005), Yogyakarta (2006), Padang (2009). Masih belum tuntas duka warga Sidoarjo dari lumpur Lapindo (sejak 2006) yang menelan rumah dan harta benda mereka. Belum sembuh benar luka-luka negeri ini akibat bencana-bencana yang meluluh lantakkan bumi, menelan harta benda dan menghilangnan ribuan nyawa; dan kini serentetan bencana kembali terjadi secara beriringan; banjir bandang di Wasior (4/10), tsunami di Mentawai (26/10), dan letusan gunung Merapi Yogyakarta yang hingga sekarang masih mendebarkan. Continue reading “Cara Sastra(wan) Empati terhadap Bencana”

Indo, Antara The Other Dan Trendsetter

Gus RY
Padang Ekspres, 20 Juli 2008

Y.B. MANGUNWIJAYA, dalam komentar yang disampaikannya pada saat peluncuran terjemahan Burung-burung Manyar ke dalam bahasa Inggris, mengilustrasikan: “…citra cerita Max Havelaar dan penikmatannya dalam bahasa Belanda menghadirkan suatu kesadaran yang sebelumnya tidak saya rasakan, sesuatu yang boleh jadi disebut menyedihkan akan tetapi sebenarnya sangat normal dan tidak perlu dinilai negatif, ialah kenyataan bahwa saya dan generasi terpelajar bangsa Indonesia seumumnya, apalagi sekarang, pada hakekatnya adalah orang-orang Indo; harfiah dari segi keturunan darah (siapa yang boleh disebut Jawa asli, Flores asli, Cina asli, dan sebagainya?), namun terutama dalam pikir serta citarasa.” Continue reading “Indo, Antara The Other Dan Trendsetter”

Sastra Kuno: Serat “Centhini” Porno?

Gadis Arivia*
Kompas, 21 Juli 2008

RUU APP sekonyong- konyong muncul lagi dengan nama baru, RUU Pornografi atau RUU Porno. Disebut ”sekonyong-konyong” karena anggota parlemen RI terhormat telah meloloskan draf terbaru tanpa pemberitaan luas kepada masyarakat.

Perubahan nyata dari RUU Porno ini adalah penciutan menjadi 52 pasal, dari sebelumnya 93 pasal. Napasnya masih sama, yakni pengaturan moral seseorang. Pendefinisian pornografi pun masih asal-asalan dan bisa-bisa serat Centhini, sastra kuno Jawa, kena getahnya. Continue reading “Sastra Kuno: Serat “Centhini” Porno?”

Bahasa »