Benteng Terakhir Intelektual Republik

Donny Gahral Adian*
Kompas, 17 Sep 2008

DALAM kurun serba uang dan kedudukan seperti sekarang, ada pertanyaan yang mendesak diajukan. Di manakah benteng terakhir asketisme intelektual kita?

Ketika para intelektual merayap keluar dari ruang-ruang akademik dan mengabdi pada uang dan kedudukan, di manakah semangat artes liberal yang diabdikan pada kebaruan dan wawasan? Saat kepentingan intelektual sebangun dengan kepentingan pemodal dan politikus, di manakah integritas akademik bercokol? Continue reading “Benteng Terakhir Intelektual Republik”

Aku Menanam Pohon

Heru Hikayat*
Pikiran Rakyat, 20 Sep 2008

DI Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Bandung, pada 5-21 September 2008, ada pameran “Bandung Kotaku Hijau”. GIM merupakan gedung besar tua dengan arsitektur gaya kolonial. Memasuki ruangan GIM anda akan terkondisi: ini gedung bersejarah. Di ruang depan segera setelah pintu masuk, ada foto-foto lama dari Bung Karno dan tokoh-tokoh lain yang pernah diadili pengadilan pemerintah kolonial Belanda di gedung tersebut. Continue reading “Aku Menanam Pohon”

Surau dan Kerisauan Orang Minang

Nelson Alwi*
Suara Karya, 20 Sep 2008

EKSISTENSI atau pun sumbangsih surau bagi keselarasan (ke)hidup(an) sosial-keagamaan masyarakat Minang, tak bakalan tergerus dari ingatan. Ya, surau pernah berperan besar lagi sangat signifikan sekali. Selain sebagai tempat beribadah, surau berfungsi menampung kakek-kakek uzur tiada berdaya, para duda, musafir atau anak dagang, apalagi anak-anak serta remaja yang hendak menuntut ilmu: dunia dan akhirat. Continue reading “Surau dan Kerisauan Orang Minang”

Bahasa »