Santa Teresa (1515-1582)

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=323

Santa Teresa (1515 – 1582), penyair wanita Spanyol yang cenderung mistik (seorang rahib biara Karmelit) keturunan bangsawan, namun penuh perhatian terhadap kesengsaraan masyarakatnya. Diumumkan sebagai seorang keramat tahun 1622 oleh Paus Urbanus VII. Bauhpenanya bersifat langsung keluar dari dasar kalbu, bahasa dipergunakannya pergaulan penduduk Kastilia Lama. Continue reading “Santa Teresa (1515-1582)”

Paul Valery (1871-1945)

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=331

Paul Ambroise Valery (1871-1945) penyair Prancis lahir di Cette (Languedoc), mempelajari hukum di Montpellier. Masa mudanya asyik bersajak romantik dan simbolik, berkenalan Mallarm? juga Andr? Gide 1890. Di tahun 1892 berpaling pandangan intelektualisme. Buahpena pertamanya di padang kesusastraan, esai-esai bersajak Introduction ? La m?thode de L?onardo da Vinci (1895), dan Les Soires avec Monsieur Teste (1896). Sesudahnya 17 tahun menghilang dari dunia sastra, bekerja di kementerian peperangan, lalu di kantor berita Haves, hanya catatan-catatan harian dimunculkan. Mencontoh L?onardo da Vinci rajin mempelajari falsafah ilmu pasti serta pengetahuan lain. Continue reading “Paul Valery (1871-1945)”

Charles Baudelaire (1821-1867)

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=380

MABUKLAH!
Charles Baudelaire

Meski selalu mabuk. Terang sudah: itulah masalah satu-satunya. Agar tidak merasakan beban ngeri Sang Waktu yang meremukkan bahu serta merundukkan tubuhmu ke bumi, mestilah kau bermabuk-mabuk terus-terusan. Tetapi dengan apa? Dengan anggur, dengan puisi, dengan kebajikan, sesuka hatimu. Tetapi mabuklah! Continue reading “Charles Baudelaire (1821-1867)”

Francois Villon (1430-1480)

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=384

Nukilan dari GRAND TESTAMENT XVIII
Francois Villon

“Apa kauperbuat” datang tanya tiba-tiba,
“Sampai tersangka jadi pencuri di lautan?”
Yang ditanya buru-buru menjawab tanya:
“Kenapa aku pencuri kaunamakan?
Karena aku membajak di lautan?
Dengan hanya sebuah kapal kecil dan lemah?
Aku kini pasti telah raja di lautan,
Andai aku bagai kau punya balatentara.” Continue reading “Francois Villon (1430-1480)”

Bahasa ยป