Zulkarnain Zubairi
Lampung Post, 28 Maret 2010
Tidaklah mudah menafsir sajak-sajak Inggit Putria Marga yang terhimpun dalam Penyeret Babi (Anahata, Bandar Lampung, 2010). Puisi Penyeret Babi yang kemudian menjadi judul kumpulan sajak perdana Inggit pun menjadi sebuah ambiguitas tersendiri.
Menurut penyair Ahmad Yulden Erwin, yang menjadi pembahas bersama Iswadi Pratama dalam peluncuran buku ini di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Lampung, Sabtu (27-3) malam, judul yang sebenarnya biasa saja. “Nggak aneh, tetapi menarik,” kata Erwin. Continue reading “Peluncuran Buku: Sebuah Ruang Jeda Inggit”
