9 Pertanyaan untuk Alex Abbad: Dari Presenter Sampai ke Aktor

Grathia Pitaloka
Jurnal Nasional, 16 Okt 2008

SETELAH sering memainkan peran-peran konyol, Alex Abbad kini mencoba tantangan baru dengan bermain dalam sebuah film drama, Cinta Setaman. Tak tanggung-tanggung, dalam film besutan sutradara Harry Dagoe ini Alex berperan sebagai pria homoseksual.

Meski banyak yang meragukan, namun lelaki kelahiran Jakarta, 18 Juni 1978, ini berhasil membuktikan bahwa kehadirannya di dunia seni peran bukan sekadar aji mumpung. Bahkan, banyak kritikus film yang memuji cerita yang dilakoninya bersama aktris senior Jajang C Noor ini, cerita yang tidak banyak berkata namun bertutur melalui peristiwa. Continue reading “9 Pertanyaan untuk Alex Abbad: Dari Presenter Sampai ke Aktor”

8 Karya Sastra dan Selebriti

Abimanyu
http://www.suarapembaruan.co.cc/

“Sastra menguatkan martabat dan jati diri bangsa!” Cuplikan kalimat itulah yang menjadi inti dari diterbitkannya delapan dari ratusan, bahkan ribuan karya sastra yang pernah diterbitkan oleh Balai Pustaka (BP). Karya-karya klasik yang tergolong masterpiece ini merupakan warisan budaya nasional yang layak untuk dilestarikan. Karya sastra tersebut mengandung nilai kehidupan yang tinggi, terutama mengenai moral dan budi pekerti kehidupan masyarakat. Continue reading “8 Karya Sastra dan Selebriti”

Penulis Vs Selebritis

Cipto Wardoyo
http://www.kompasiana.com/cipto-wardoyo

Kali ini aku mencoba menulis tentang dunia kepenulisan di Indonesia yang cukup menarik untuk dibahas. Saat ini menurut ku dunia kepenulisan di tanah air, termasuk sastra dan sebagainya itu benar-benar sedang dalam masa-masa yang bisa dibilang “sangat memprihatinkan”. Kita tahu sekarang ini karya-karya sastra kuno di Indonesia banyak yang telah lenyap entah kemana, sangat sedikit yang mau mempedulikannya. Belum lagi kini setelah meninggalnya tokoh-tokoh sastrawan yang sebelumnya sangat peduli akan jagad sastra Indonesia, seperti WS Rendra. Kondisi sastra Indonesia semakin memprihatinkan. Continue reading “Penulis Vs Selebritis”

Mochtar Lubis, Adam-Hawa, dan Manusia Indonesia

Jemie Simatupang

DUA ORANG sosiolog terlibat dialog sengit. Soalnya: dari bangsa manakah Adam dan Siti Hawa—manusia pertama itu?
Sosilog pertama bilang: ”Pasti orang Mesir!”
”Goblok kamu! Mesir waktu itu belum lahir,” bantah sosiolog kedua.
”Kalau bukan, berarti Orang Yahudi!”
”Mana bisa,” bantah sosilog kedua lagi, ”Yahudi itu ada dengan Nabi Ibrahim!” Continue reading “Mochtar Lubis, Adam-Hawa, dan Manusia Indonesia”

Mengenang Johanna Masdani, Berjasa Hingga Usia Senja

Susianna
http://www.suarakarya-online.com/

Kepergian Dra Johanna Masdani Tumbuan – yang akrab disapa Jos (baca: Yos) Masdani -, barangkali merupakan saksi terakhir sejarah Hari Sumpah Pemuda. Jos adalah tokoh pejuang wanita yang ikut membaca ikrar “Soempah Pemoeda”, 28 Oktober 1928 di Gedung Indonesisch Clubhuis (kini Gedung Sumpah Pemuda), Kramat Raya 101, Jakarta Pusat. Continue reading “Mengenang Johanna Masdani, Berjasa Hingga Usia Senja”

Bahasa »