Menikmati Puisi-puisi dalam Beragam Pertunjukan

Nuryana Asmaudi
http://www.balipost.co.id/

Sebuah acara bertajuk “Malam Musim Semi Puisi” pada Sabtu (18/3) lalu digelar di Wantilan Taman Budaya Denpasar. Ini acara pementasan puisi yang dikemas dalam beragam pertunjukan mulai dari baca puisi, musikalisasi puisi, hingga dramatisasi puisi. Acara ini menarik perhatian khalayak sastra karena memang sudah agak lama tidak digelar acara semacam ini di Denpasar. Ada kerinduan para pecinta sastra, terutama kalangan sekolahan, pada pentas puisi. Continue reading “Menikmati Puisi-puisi dalam Beragam Pertunjukan”

Geliat Baru Balai Pustaka

Burhanuddin Bella
Republika, 23 Sep 2007

Balai Pustaka yang selama ini dikesankan hanya menerbitkan buku-buku tua, khususnya sastra, kini mulai berbenah diri. Maklum, selama ini buku-buku yang diterbitkan perusahaan milik pemerintah ini seakan tidak bisa bersaing di pasar. Kemampuannya tak bisa mengimbangi inovasi dan kreativitas perusahaan sejenis milik swasta. Tengoklah di gerai toko-toko buku, amat sulit menemukan buku terbitan Balai Pustaka. Continue reading “Geliat Baru Balai Pustaka”

‘Pukau Teluk Semaka’

: Catatan Batu Bedil Award 2010

Ari Pahala Hutabarat, Isbedy Stiawan ZS, Jimmy Maruli Alfian
lampungpost.com

Metafora merupakan jalan tengah antara hal yang tak bisa dipahami dan hal-hal yang bersifat umum. (Aristoteles)

MENGGAGAS strategi kebudayaan tidak bisa bertolak dari ruang hampa. Ia harus senantiasa diperhitungkan. Terlebih lagi sinyalir para cerdik cendikia yang menyebutkan bahwa bangsa ini tengah mengalami defisit kebudayaan. Maka dalam konteks sastra, sebagai penopang struktur budaya, kegiatan yang memacu apresiasi dan kreativitas masyarakat harus pula diperhitungkan dengan bijak. Continue reading “‘Pukau Teluk Semaka’”

Laskar Pelangi di Sekitar Kita

Pradana Boy ZTF *
averroes.or.id

SETELAH ikut mengantre tiket dan berdesak-desakan selama satu jam, akhirnya saya berkesempatan menyaksikan film Laskar Pelangi di layar lebar, kurang lebih seminggu yang lalu.

Meski tak sampai berderai air mata seperti penonton di kanan kiri saya, dan juga sebagian besar penonton; saya merasakan keharuan yang luar biasa selama dua jam menyaksikan film itu; dan keharuan itu mendesak-desak hendak meledak menjadi tangisan. Lebih dari sekadar keharuan, saya menangkap pesan moral yang terlampau gamblang yang hendak disampaikan oleh film itu. Continue reading “Laskar Pelangi di Sekitar Kita”

Bahasa ยป