Buku dan Pergerakan

A. Qorib Hidayatullah
http://indonimut.blogspot.com/

Di pelbagai pagelaran seminar, pembicara andal sederhananya bisa dilirik dari kekayaan referensi dalam penyampaiannya. Tampak argumentasi kukuh yang dipancarkan tiap-tiap pembicara, tak luput seberapa lihai ia menyitir referensi. Dan, keampuhan pembicara meramu apa yang disampaikan hingga ia elegan menjawab pertanyaan penanya, pun tak lepas semesta referensi yang ia baca. Continue reading “Buku dan Pergerakan”

Kekuatan Sastra Indonesia di Facebook

(Wawancara bagian II dengan Hudan Hidayat)

Arif Gumantia (Pewawancara)

(Arif Gumantia): sebuah jawaban yang sangat komprehensif , terus saya mendengar mas hudan sedang menyiapkan buku antologi penyair perempuan di facebook…menurut mas hudan apa sebenarnya yang memotivasi anda dalam membuat Buku antologi ini dan bagaiamana relevansinya dengan kemajuan sastra indonesia kini? Continue reading “Kekuatan Sastra Indonesia di Facebook”

Belajar ke Madurodam

D. Zawawi Imron
jawapos.com

Siapa yang tidak kenal Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta? Di TMII hampir semua bentuk rumah tradisional dari seluruh provinsi di Nusantara ada, dalam ukuran yang sama dengan aslinya. Rumah tongkonan Toraja yang ada di anjungan Sulawesi Selatan sama besarnya dengan tongkonan yang ada di Ketek Kesu, Tana Toraja.

TMII berbeda dengan taman mini di Belanda yang terkenal dengan nama ”Madurodam”. Di sana bangunan-bangunannya sengaja dibuat kecil, dengan skala 1 : 25. Jadi, replika gedung-gedung bersejarah negeri Belanda yang ada di kompleks taman itu tingginya hanya sekitar satu meter. Continue reading “Belajar ke Madurodam”

Kekuatan Sastra Indonesia di Facebook

(Wawancara dengan Hudan Hidayat)

Arif Gumantia (Pewawancara)

Dengan adanya Facebook ini maka setiap orang bisa menghasilkan karya sastra yang dipublikasikan di Facebook. Baik itu Puisi, Cerpen, ataupun Esai. Oleh karena itu sangat menarik untuk menganalisa apa yang di sebut dengan Sastra Indonesia di Facebook. Dan berikut ini adalah wawancara saya dengan Hudan Hidayat, seorang sastrawan besar milik negeri ini yang sangat aktif mengembangkan sastra Facebook khususnya dan sastra cyber pada umumnya. Continue reading “Kekuatan Sastra Indonesia di Facebook”

Harry Aveling dan Sastra Indonesia

Susi Ivvaty
kompas-cetak.com

Harry George Aveling (64) masih berusia delapan tahun ketika bibinya menunjukkan peta Borneo (Kalimantan) kepadanya. Bibi berharap ia menjadi pendakwah agama di pulau itu. “Saya akhirnya malah menjadi pendakwah budaya Indonesia untuk orang Australia, he-he-he.”

Di Indonesia, Harry dikenal sebagai pemerhati dan peneliti kesusastraan Indonesia sejak tahun 1970-an. Belakangan, lelaki kelahiran Sydney, Australia, 30 Maret 1942, Continue reading “Harry Aveling dan Sastra Indonesia”

Bahasa ยป