Ada Apa dengan Seniman dan Birokrasi?

Dari Diskusi Federasi Teater Indonesia

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Teguran birokrasi terhadap seniman yang meminta seniman mengubah nama Komunitas Planet Senen menjadi Gelanggang Remaja Jakarta Pusat saat membuat acara kemudian memberlakukan retribusi terhadap Sanggar Mentaya Estetika – yang sebenarnya sebuah teater yang disutradarai teaterawan Imam Ma’arif – direspons oleh sastrawan dan teaterawan Radhar Panca Dahana. Continue reading “Ada Apa dengan Seniman dan Birokrasi?”

Toto Sudarto Bachtiar

Terbaring Selamanya, Bukan Tidur Sayang?

Matdon
sinarharapan.co.id

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang

Larik sajak di atas berjudul “Pahlawan Tak Dikenal”, merupakan sajak terkenal yang ditulis sastrawan Toto Sudarto Bachtiar pada tahun 1955. Sajak itu menjadi penting bagi perkembangan sastra di Indonesia?khususnya pada tahun 1950-an. Sajak itu pun seperti tak mudah hilang dari ingatan kita ketika menjadi sajak wajib pada setiap perlombaan baca puisi tingkat sekolah. Continue reading “Toto Sudarto Bachtiar”

Sastra Kemerdekaan, Sastra Angkatan 45

I Nyoman Suaka
http://www.balipost.co.id/

Masih dalam suasana memperingati HUT ke-58 Kemerdekaan RI, ada baiknya menoleh sejenak seputar Proklamasi 17 Agustus 1945, relevansinya dengan sastra yang berkembang masa itu. Ketika itu, sejarah sastra Indonesia mencatat revolusi baru di bidang sastra yang populer dengan istilah sastra angkatan 45, telah lahir. Bahkan dalam perkembangan selanjutnya, sastra angkatan 45 dijuluki sastra kemerdekaan. Mengapa demikian? Continue reading “Sastra Kemerdekaan, Sastra Angkatan 45”

John Banville, Masuk Booker dengan Gaya

Angela
http://www.ruangbaca.com/

“Kemajemukan hidup ini harus kita hadapi dengan sesuatu yang gaya, berkelas.” Kalimat itu pernah diucapkan novelis asal Irlandia, John Banville. Ia tidak sekadar mengucapkan tapi menerjemahkannya ke dalam lebih dari 14 novel yang sudah dihasilkannya dalam 25 tahun belakangan.

Banville menciptakan sebuah gaya dalam novelnya. Setiap karya yang ia hasilkan dipadati kalimat yang berirama, bermakna liris. “Gaya” itulah yang mengantarnya meraih Man Booker Prize, penghargaan buku bergengsi Inggris Raya, ajang tahunan yang berlangsung awal pekan silam. Continue reading “John Banville, Masuk Booker dengan Gaya”

Uderzo, Monsieur Pembikin Tawa

Multazam
ruangbaca.com

Wajah Albert Uderzo tampak semringah saat meluncurkan edisi terbaru buku komik Asterix di Paris, Prancis, pekan silam. Tak henti-hentinya dia menebarkan senyum. Maklum, setelah empat tahun beristirahat, komikus jenius itu meluncurkan seri ke-33 Asterix berjudul The Sky Falls on His Head.

Seperti buku Asterix sebelumnya, buku terbaru ini menyajikan petualangan tokoh Asterix dan kawan-kawan yang mengundang tawa pembacanya. Uderzo memang memiliki kekuatan untuk memancing tawa seperti semboyan “Goscinnyrix Uderzorix Vis Comica” (kekuatan untuk membuat tertawa) yang ada dalam seri Asterix dan Puteri Rahazade. Continue reading “Uderzo, Monsieur Pembikin Tawa”

Bahasa ยป