Taufiq Ismail Bangun Rumah Puisi

Yurnaldi
http://www.kompas.com/

JAKARTA, RABU – Hajatan majalah sastra Horison memperingati 55 tahun Taufiq Ismail dalam sastra Indonesia, yang Rabu (14/5) kemarin ditandai dengan peluncuran empat buku Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit, di Aula Mahkamah Konstitusi, Jakarta, mendapat sambutan luas berbagai kalangan. Apalagi, hasil penjualan seluruh buku akan disumbangkan untuk pembangunan Rumah Puisi, yang digagas Taufiq Ismail. Continue reading “Taufiq Ismail Bangun Rumah Puisi”

Kemerdekaan bagi Orang Desa

Gerry Setiawan
http://www.korantempo.com/

Awal era reformasi, Taufik Ismail dalam puisi paling pendeknya berjudul Merdeka (1998) menulis begini: Merdeka! /Belum/.

Lima tahun setelah reformasi bergulir, Taufik Ismail kembali mempertegas tema merdeka melalui puisi berjudul Aku Malu Menatap Wajah Saudaraku Petani (2003). Napas puisi Taufik Ismail ini menjadi ajang pencerahan bersama, di tengah kesibukan seremonial Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-63 tahun ini. Continue reading “Kemerdekaan bagi Orang Desa”

Gelar Doktor Honoris Causa untuk Taufiq Ismail dan Taufik Abdullah

Yurnaldi
http://kompas.co.id/

JAKARTA, JUMAT – Universitas Indonesia memulai babak baru dalam dunia akademis. Guna memberikan apresiasi kepada putra terbaik bangsa, penegak panji-panji peradaban, Sabtu (31/1) di Balairung Universitas Indonesia, Depok, dalam penyelenggaraan wisuda semester Gasal 2008/2009, Univeristas Indonesia akan menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa kepada Taufiq Ismail dan Taufik Abdullah. Continue reading “Gelar Doktor Honoris Causa untuk Taufiq Ismail dan Taufik Abdullah”

MENGULITI MAKNA SAKRAL

Nurel Javissyarqi*
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/

Sakral itu mendiami kerahasiaan diri. Menjelma kesakralan umum saat dikumandangkan dalam gaung atmosfir yang serupa. Ia terbentuk atas reruang kebisingan profan, dari padatnya suara-suara kedirian yang terpencil. Dan hadir di kala mempercayainya sebagai kekhusukan makna. Dirinya bukan di ambang logika murni, sebab timbangannya perasaan nurani. Tetapi melalui kesibukan pun sanggup tercipta. Continue reading “MENGULITI MAKNA SAKRAL”

Bahasa ยป