Yu Ngatemi

Ganjar Ayu
http://www.lampungpost.com/

PEREMPUAN itu selalu melewati jalan raya yang menjadi jalan utama dengan menaiki sepeda usangnya. Wajahnya sebagian tertutup topi caping warna cokelat tua. Pakaiannya pun biasa saja. Kalau tidak celana panjang hitam, pasti rok lebar dengan corak bunga-bunga. Continue reading “Yu Ngatemi”

Rorongo

Asep Yayat
http://www.suarakarya-online.com/

Hari makin beranjak siang. Tamu terakhir baru saja keluar. Sekretaris sudah menginfokan bahwa tak ada lagi tamu yang harus saya hadapi. Maka saya pun mulai memeriksa setumpuk dokumen yang tadi disorongkan sekretaris untuk saya tanda tangani.

Tapi belum juga saya menggoreskan satu tanda tangan pun, ponsel yang saya taruh di atas meja kerja menggemakan nada panggil. Dalam ruang senyap yang kini hanya dihuni saya seorang, nada panggil itu terdengar demikian nyaring. Continue reading “Rorongo”

Dante si anak alam

Noval Jubbek

“Hanya suaranyalah yang nyaring dan tajam. Seperti halilintar. Dan merdunya datang ketika malam. Serupa angin yang melibas ujung daun di pucuk cemara”

Dante, begitulah orang-orang memanggil namanya. Terkadang Dante, olokan para pemuda-pemudi kampung terhadap perempuan bertubuh ringkih yang sering duduk di bawah pohon beringin besar, di tengah-tengah pekuburan tua. Continue reading “Dante si anak alam”

Kabut Sepanjang Jalan ke Arah Rumah

Alexander G.B.
http://www.lampungpost.com/

Empat jam dari Bakauheni sampailah aku di Terminal Rajabasa. Sengaja tak banyak barang bawaan, hanya beberapa helai baju dalam tas ransel hitam yang terlanjur berubah abu-abu. Debu berterbangan, beberapa di antaranya hinggap ke sepatu, baju, dan paru-paru. Rencana kepulanganku tak akan lebih dari seminggu. Aku menduga pasti tak akan kerasan di rumah. Aku tidak tahu mengapa perasaan tidak nyaman semacam ini bermekaran di kepala. Continue reading “Kabut Sepanjang Jalan ke Arah Rumah”

Bahasa ยป