Percakapan di Serat Lontar

Muhammad Amin
Suara Merdeka 27 Feb 2011

Halimun menipis. Air laut menyurut memperlihatkan bebatuan karang yang mendatar di sepanjang tepian pantai. Sinar keemasan jatuh pada ujung dedaun. Berpendar pada riak-riak jernih air yang tenang.

Hijau dan biru, paduan yang menyimpan tiap yang rahasia tiap yang misteri, seperti juga dedaun yang tersibak angin dan langit yang merentang tenang. Continue reading “Percakapan di Serat Lontar”

WATU PRAHU

Jayaning S.A

Kata ibuku, batu itu sudah ada di sana sejak pertama kali ibuku datang ke daerah ini. Ya, sebuah batu hitam memanjang berbentuk seperti perahu tertangkup yang ada di kaki bukit, tak sampai berjarak puluhan meter dari pintu rumahku.

Batu itu bisa kulongok tiap saat dari jendela depan rumah, asalkan bukan malam hari. Tampak jelas di antara pohon-pohon kurus yang tumbuh jarang di sekitarnya. Continue reading “WATU PRAHU”

Pertolongan Tak Terduga

Gerson Poyk
http://www.suarakarya-online.com/

Tiba-tiba telpon genggamku berdering. “Halo ya, saya sendiri,” jawabku.
“Saya dokter dari Klinik Mata Nusantara. Saya, kami, baru saja membaca tulisan tentang Bapak di koran Jakarta Post. Kami ingin mengoperasi katarak Bapak,” “Terimakasih, tapi saya tak punya uang,” potongku.

“Bapak tidak mau? Operasinya gratis,” kata dokter yang mengaku bernama Rudi itu. Continue reading “Pertolongan Tak Terduga”

Sampurno, Rekan Saya

Sori Siregar
http://www.suarakarya-online.com/

Saya tidak mengenalnya. Dia juga tidak mengenal saya. Tapi kami saling menyapa. Saling sapa ini terjadi setiap kali kami berpapasan pada saat olahraga jalan kaki hari Selasa, Kamis dan Minggu pagi.

Seingat saya saling menyapa itu telah berlangsung empat bulan. Anehnya, saya maupun laki-laki itu tidak berkeinginan untuk meningkatkan tegur sapa ini dengan berjabat tangan dan berkenalan. Continue reading “Sampurno, Rekan Saya”

Surat dari Betara

Putu Satria Kusuma
http://www.balipost.co.id/

Dalam siluet pagi yang indah, di Hari Raya Penampahan Galungan itu, seorang wanita berdiri di depan pintu, melepaskan senyum. Men Bukit gugup membalasnya. Lalu tangan wanita yang sangat dikenalnya menyodorkan sepiring lawar. Men Bukit ragu. Dulu membawakan makanan atau ngejot kepada tetangga dan saudara pada hari raya merupakan peristiwa yang penting untuk menegaskan tali kekeluargaan. Continue reading “Surat dari Betara”

Bahasa ยป