Pengantin Sukanti

Miftah Fadhli
http://www.hariansumutpos.com/

Lihatlah Sukanti. Wajahnya keriput. Kematian telah luput menjamahinya. Di hari yang basah?dan selalu basah?ini, ia termenung di tepi kolam buatan Sugandi. Dulu, ketika masa muda masih mereka reguk, mereka kerap bermain cinta di sini. Melihat ikan-ikan koi yang hilir mudik menampakkan punggung mereka yang berwarna-warni. Sukanti dan Sugandi bisa saling bermain puisi sambil mengecipakkan air ke wajah masing-masing. Sungguh romantis! Continue reading “Pengantin Sukanti”

Sekuntum Melati Basah

Bono Emiry
http://www.hariansumutpos.com/

Jeina membenci hujan.
Namun, tangan Hegira tak mampu ia tepis saat menariknya menyongsong benang-benang bening dari langit itu. Tangan itu begitu lembut. Jeina menurut. Mengikuti langkah kaki Hegira ke mana pergi. Sampai di taman melati.

Jeina merasakan hujan menjilati setiap bagian tubuhnya. Tak ada yang luput. Semua basah. Jeina pasrah. Ia tak lagi mengeraskan hati. Ingatan begitu saja luluh. Ia lupa akan benci terhadap hujan yang merampas kilau sepasang mata. Dulu. Saat ia masih begitu polos. Continue reading “Sekuntum Melati Basah”

Sebuah Senyum

Fahri Asiza
http://www.hariansumutpos.com/

Setiap berangkat atau pulang bekerja, Syarif pasti melihat lelaki muda itu penuh semangat menyapu jalan. Sapu lidi bertangkai bambu panjang dan seragam kuning-kuning yang mulai kumal selalu jadi pemandangan pada sosok itu. Gerakannya membuang sampah yang kerap menyebarkan bibit penyakit tak pernah berubah. Cepat. Tangkas dan bergairah tinggi. Continue reading “Sebuah Senyum”

Lelaki yang Terperangkap dalam Prangko

Bamby Cahyadi
suarakarya-online.com

Dengan perasaan yang tidak karu-karuan dan sangat hati-hati sambil duduk bersila di lantai, Balwadi menjepit sebuah prangko yang ditemukannya dalam kotak surat milik almarhum kakeknya. Menggunakan pincet yang terbuat dari logam tahan karat, ia menilik-nilik prangko dalam jepitan itu. Sungguh menyesal, karena ia tidak membekali dirinya dengan sebuah kaca pembesar. Continue reading “Lelaki yang Terperangkap dalam Prangko”

Atas Nama Tugas

Intan Hs
http://www.hariansumutpos.com/

Hartono melihat ke lubang angin yang sedikit terbuka, tetapi tak ada siapa-siapa di sana yang dapat menolongnya. Mulut disekap, tangan dan kaki terikat. Dan belum lagi rindunya yang seperti meluap-luap di dadanya, istrinya Juli tengah hamil tua, tinggal menunggu hari saja untuk segera melahirkan anak pertama mereka dari perkawinannya.

Siang dua kali malam juga dua kali, berarti sudah sangat lama ia terkurung.
Kerap kali ia teringat dengan ucapan redakturnya, tiga hari yang lalu sebelum ia tertangkap, terkurung di sini. Continue reading “Atas Nama Tugas”

Bahasa ยป