Cacing Itu Benar-benar Ada

Hasudungan Rudy Yanto Sitohang
http://www.hariansumutpos.com/

Lagi-lagi Ratih lupa membangunkanku lebih pagi. Walau hari ini adalah hari libur tapi pekerjaan yang kubawa dari kantor belum selesai. Tertumpuk di sudut meja kerjaku. Bahkan aku harus begadang untuk menyelesaikan proyek perusahaan yang cukup penting. Padahal besok harus dipresentasikan dihadapan pimpinan dan partner perusahaan.

Sudahlah! Tak ada waktu menggerutu. Mandi, kemudian melanjutkan pekerjaan. Ketika akan bangkit dari kasur, tiba-tiba aku dengar gelegak tawa dari balik pintu. Sungguh ramai. Ada apa? Continue reading “Cacing Itu Benar-benar Ada”

Dibawa Dedemit

Goradok PR Sinabutar
http://www.hariansumutpos.com/

Padahal jarum panjang-pendek jam dindingku akan segera bercumbu sebentar lagi tepat di angka dua belas, namun, entah mengapa, aku masih betah terjaga. Bukan terjaga sebenarnya. Lebih seperti seorang kekasih yang tengah menunggu di Stasiun Kereta Api Manggarai. Menunggu datangnya sang pujaan hati dari badan kereta api baja yang bewarna orange. Hanya saja sekarang aku berada di kamar tidurku, bukan di stasiun. Pun, aku juga bukan sedang menanti kedatangan seorang wanita yang akan memeluk punggungku dan berkata manja, ?Kenapa belum tidur, Sayang.? Tapi?. Continue reading “Dibawa Dedemit”

Bidan Salwa

Teguh Winarsho AS
kr.co.id

BERJALAN tertatih-tatih menerobos gelap malam, perempuan hamil itu terengah kehabisan nafas. Tapi ia terus melangkah sebab rumah itu sudah semakin dekat. Ia bisa melihat kerlip lampu teras rumah itu seperti kunang-kunang. Juga pagar bambu di seling pohon perdu. Selain itu, rasa sakit di perutnya sudah tak tertahan, mual, mulas. Ini adalah kehamilan pertama sejak dua tahun menikah dan ia tak mau melahirkan di tengah jalan, disergap dingin. Ia harus cepat-cepat menemui Bidan Salwa, perempuan penghuni rumah itu, satu-satunya bidan di kampung. Continue reading “Bidan Salwa”

Ikan yang Menyembul dari Mata

Mardi Luhung *
Koran Tempo, 11 Juli 2010

I
AKU dilahirkan di bulan Maret. Sekian puluh tahun yang lalu. Tepat ketika negeriku mengalami hari-hari berdarah. Hari-hari di mana kawan dan lawan cuma saling tuding: “Ini kawan, itu lawan, dia aman, kau tidak!” Dan malamnya, yang dituding sebagai lawan pun dijemput ramai-ramai. Diciduk, istilah pastinya. Lalu paginya, di pantai akan berjajar sekian tubuh yang tanpa kepala. Sekian tubuh yang kata para penciduk: “Milik orang yang tak pernah berdoa. Dan layak dihabisin.” Continue reading “Ikan yang Menyembul dari Mata”

Kakek Itu Menolak Menjadi Raja Baru

Adji Subela
http://www.sinarharapan.co.id/

Kira-kira, ini menurut perkiraanku sendiri, ada sekitar empat puluh orang pria yang bermata merah api berkilat-kilat, beramai-ramai menyeret tanpa ampun seorang pria tua renta lewat jalan berbatu gigi tajam. Uap kemarahan mengepul dari gerombolan yang bagai iblis telah merat dari neraka paling celaka itu. Sang Kakek telah menampik permintaan mereka. Cuma satu permintaannya, yaitu dia hendaknya menjadi raja mereka! Continue reading “Kakek Itu Menolak Menjadi Raja Baru”

Bahasa »