Di Atas Meja Persegi Empat

Yeanny Suryadi
http://www.sinarharapan.co.id/

Seharusnya Akang belum pulang jam segini. Tapi kalau bukan Akang, siapa yang berjingkat-jingkat di dapur disusul terdengar seperti suara seseorang membuka lemari makanan? Laras mencoba bangkit dari tidurnya sambil menahan berat dari perutnya yang tengah buncit. Sekilas matanya melirik pada jam dinding yang menggantung di tembok kamarnya, ?Baru jam sebelas, masak Akang sudah pulang?? Continue reading “Di Atas Meja Persegi Empat”

Cenayang

Aliman Syahrani
http://www.radarbanjarmasin.co.id/

?ANAK Anda akan jadi bupati!?

Kata-kata dokter Asnal mendengung seperti suara vuvuzela di telingaku, tidak memekakkan tapi begitu mengejutkan. Bagaimana tidak? Anak kami diramal oleh seorang dokter psikologi anak akan menjadi seorang bupati! Bagaimana bisa seorang dokter psikologi anak mendiagnosis masa depan pasiennya dengan ramalan? Mana mungkin seorang dokter Asnal, yang terkenal sangat agamis dan religius bisa percaya terhadap ramalan? Apakah dokter Asnal sedang mengikuti jejak Si Gurita Paul, yang lihai meramal saat Piala Dunia Sepakbola 2010 di Afrika Selatan? Aku benar-benar tak mengerti. Continue reading “Cenayang”

Rumah Kelelawar

Guntur Alam
http://www.lampungpost.com/

RUMAH itu sudah lama jadi sarang kelelawar. Orang-orang di Dusun Tanah Abang pun telah lupa kapan tepatnya. Tak ada yang dapat mengingat dengan pasti, pekan ke berapa di purnama yang kesekian pada tahun yang tertera di bilangan angka almanak rumah. Rumput kanji telah sebatas lutut, membelukar di pekarangannya seolah berlomba dengan batang jambu air yang kian merimbun, tumbuh di beberapa hasta dari tangga depan Limas itu. Saban tahun, pohon jambu itu berbuah lebat. Buahnya memerah di sela daun yang hijau-kuning, di bawahnya buah-buah itu menghampar. Continue reading “Rumah Kelelawar”

BANUN

Damhuri Muhammad
Kompas, 24 Okt 2010

Bila ada yang bertanya, siapa makhluk paling kikir di kampung itu, tidak akan ada yang menyanggah bahwa perempuan ringkih yang punggungnya telah melengkung serupa sabut kelapa itulah jawabannya. Semula ia hanya dipanggil Banun. Namun, lantaran sifat kikirnya dari tahun ke tahun semakin mengakar, pada sebuah pergunjingan yang penuh dengan kedengkian, seseorang menambahkan kata ?kikir? di belakang nama ringkas itu, hingga ia ternobat sebagai Banun Kikir. Konon, hingga riwayat ini disiarkan, belum ada yang sanggup menumbangkan rekor kekikiran Banun. Continue reading “BANUN”

Musrow *

Sabrank Suparno

Let’s, here! Wanita bermata biru, berambut pirang menarik tanganku ke tengah arena. Kami pun berjingkrak dan sesekali berteriak serempak hanyut terbawa arus hot musik disko berkekuatan 10.000 watt. Volume getarnya menyentak dada. Mr. Dj kerap disamperi wanita, joget bersama, dan diberi sekuntum bunga. “Shab..are you Balines?” Teriak tanya wanita itu keras. Bukan karena ia terbiasa bersuara keras, namun di ruang itu tak terdengar jika tidak berteriak. Continue reading “Musrow *”

Bahasa »