Lelaki Beraroma Wangi

FR Susanti
http://www.sinarharapan.co.id/

AKU menemukan jejak masa lalu, di kota dengan langit berwarna ungu. Malam itu, dalam acara pesta selamat datang, aku mengenal seseorang dengan kemiripan sesempurna dirimu. Sosok itu datang ketika acara berlangsung setengah jalan. Tak ada yang istimewa, kecuali ia memaksakan diri menggunakan bahasa Indonesia. Seorang mahasiswa pascasarjana yang terpesona dengan proses demokrasi di Indonesia. Continue reading “Lelaki Beraroma Wangi”

Sayembara Menulis Surat Cinta

Damhuri Muhammad
http://www.sinarharapan.co.id/

Sebut saja nama lelaki itu MUSTAJAB. Tahun lalu ia telah berhasil meraih gelar sarjana dari sebuah perguruan tinggi negeri di kota ini. Namun, ia belum berkeinginan untuk kembali pulang ke daerah asalnya. Nun di sana, di pulau jauh. Sebuah negeri yang katanya belum tertempuh roda-roda (kecuali roda-roda nasib yang sial), dan belum tertulis dalam peta. Continue reading “Sayembara Menulis Surat Cinta”

Apalagi yang Tersisa untuk Diceritakan

Sunaryono Basuki Ks
http://www.sinarharapan.co.id/

Orang bijak pernah bilang, tidak ada yang baru di bawah matahari. Apakah dia Sulaiman? Atau tokoh lain? Tidak penting benar mengingatnya. Benarkah yang dikatakannya? Bukankah dari dulu sampai sekarang, sampai waktu yang akan datang, matahari selalu terbit dari arah timur dan tenggelam di ufuk barat? Pernahkah berubah? Matahari memberikan panasnya ke atas bumi tanpa pilih kasih sebagaimana kasih Sang Penciptanya yang tak pernah pilih-pilih. Continue reading “Apalagi yang Tersisa untuk Diceritakan”

Senja dan Kepala Kampung

Muhammad Aris
http://www.sinarharapan.co.id/

Senja! Inilah satu kata yang kami rindukan keluar dari mulut kepala kampung kami, seorang dengan jenggot panjang berjuntai, berwarna putih-keperakan, yang telah berumur, berwibawa, dan kami takuti. Dan setiap pagi, waktu kami di warung pojok kampung, sebelum kami pergi menuju tempat bekerja, kepala kampung kami selalu lewat, menyapa kami. Tetapi entah mengapa, kami selalu seperti kedatangan kepala pasukan bersama ribuan barisan dengan senjata terkokang, siap diledakkan. Serentak, berbarengan, kami bubar, segera menuju tempat kerja masing-masing, meski kopi di cangkir kami masih penuh berkepul-kepul. Continue reading “Senja dan Kepala Kampung”

Dargo Golok

Manaf Maulana
http://www.sinarharapan.co.id/

SEBENARNYA, nama aslinya cuma Dargo. Tapi karena pernah tiga kali menganiaya orang dengan golok, maka orang-orang suka menjulukinya Dargo Golok. Dan ia tampak senang mendapat julukan itu. Sehari-harinya, ia gemar main kartu di gardu.

Dan siang itu, Lurah Suto tiba-tiba datang di gardu dan mengundang Dargo Golok ke rumahnya.
?Ayo ke rumah saya! Ada tugas penting untukmu!? ujar Lurah Suto. Continue reading “Dargo Golok”

Bahasa ยป