Kupu-kupu Gereja

Utada Kamaru
http://www.sinarharapan.co.id/

?. Ingat! Kerajaan Allah sudah dekat! Ratakanlah jalan. Ratakanlah jalan. Bertobatlah?!

Suara pendeta Jeffrey lantang berteriak-teriak di atas mimbar. Tangannya sibuk menunjuk-nunjuk ke arah depannya. Mengarah tajam. Membuat orang-orang merasa telunjuk itu diperuntukkan baginya seorang. Atau bagi suami di sampingnya. Atau buat anak lelakinya yang terkantuk-kantuk di sisinya. Kebaktian pertama di ? gereja subuh?. Jam masih pukul setengah 6 pagi. Continue reading “Kupu-kupu Gereja”

Sebutir Peluru Tak Mampu Membuat Mawar Itu Layu

M. Arman AZ
http://www.sinarharapan.co.id/

Jika punya kuasa melipat jarak dan waktu, aku ingin pulang sejenak ke masa lalu, mengabarkan pada ibu bahwa sebutir peluru tak mampu membuat mawar itu layu.

Musim baru saja berganti. Langit mendung dan dingin mengepung. Seperti senja kemarin, aku kembali duduk di beranda, bersama segelas kopi dan sebungkus rokok. Menunggu gerimis pertama luruh di awal bulan ini. Continue reading “Sebutir Peluru Tak Mampu Membuat Mawar Itu Layu”

Mangga

Ketut Yuliarsa
http://www.sinarharapan.co.id/

Sudah jadi tradisi bagi anak-anak desa mencuri mangga di kebun Pan Demit, yang tinggal sendiri di sebuah rumah berpekarangan lebar. Pan Demit tak disenangi karena angkuh dan kikir sekali. Makanya dijuluki Pan Demit, yang artinya ?bapak kikir?.

Di samping kebun luas, ia juga punya sawah berhektare-hektare, digarap petani yang oleh satu sebab, tidak lagi miliki sawah. Dari hasil inilah, Pan Demit bisa hidup tanpa harus kerja sendiri. Konon, sawah dan kebun itu dia dapat dari merebut warisan bagian saudara-saudaranya yang dia bunuh secara gaib. Continue reading “Mangga”

Warat

Damhuri Muhammad
http://www.sinarharapan.co.id/

Sejak kecil, Warat bercita-cita hendak menjadi guru. Tapi, karena keinginannya tak sama dengan ?kemauan? Tuhan, akhirnya ia menjadi politisi. Lelaki itu tak menyesali nasib, apalagi menolak takdir. Toh, Tuhan telah mengantarkannya pada nasib yang lebih mujur dari sekedar cita-cita guru. Lebih mujur, karena pendapatannya sebagai politisi berlipat-lipat lebih banyak dari gaji guru. Tak lama setelah Warat ?duduk? di kursi parlemen, terlintas di pikirannya untuk berwiraswasta. Namun, Warat gagal. Alih-alih menjadi pengusaha, justru ia menjadi nara pidana (napi). Continue reading “Warat”

Kain Batik Sidomukti

Sunaryono Basuki Ks
sinarharapan.co.id

Pada ulang tahunku yang ke tujuh puluh dua, saat musim dingin belum juga pergi, aku menerima bingkisan dari seorang teman lama, yang syukur berusia panjang pula seperti diriku. Sebuah bungkusan kertas kado sederhana berwarna hijau tua berhiaskan kembang-kembang berwarna putih bagaikan untaian melati. Di luar bungkusan menempel sebuah amplop, dilekatkan dengan selotip tipis. Amplop itu lebih dulu aku buka. Isinya sebaris puisi: Continue reading “Kain Batik Sidomukti”

Bahasa ยป