Peluncur dari atas Bukit

Rini Asmoro
http://www.facebook.com/people/Rini-Asmoro/1639163964

Bukit dan lembah dan langit hijau dan pohon biru, hamparan rumput bak beledu menghias. Pondok tempat tinggalku tepat berada di kaki lembah membelakangi bukit. Selalu menyenangkan berada di tempat berselimut biru pohon seperti ini, mencumbu hijau mencumbu biru bercinta dengan alam. Sendiri. Menyendiri, mencoba melupakan segala sesuatu yang membuat sedih, mencoba melupakan segala bahagia yang pernah hadir. Kerap aku duduk berlama-lama memeluk lutut beralas rerumputan, damai tiada tara walau hanya berkawan angin berkawan sepi berkawan bisu. Continue reading “Peluncur dari atas Bukit”

Monsoon

Clara Ng
http://www.korantempo.com/

SUARA menggedor kencang berasal dari arah atap. Dengungan angin menderu-deru seperti suara truk yang kehabisan tenaga bersama hantaman air jatuh bergelung-gelung di halaman rumah. Bumantara mengucurkan warna yang paling kelabu selama satu jam belakangan ini. Aku menekan jendela nako ke bawah, menutup sirip-sirip kacanya. Barusan suara klik menandakan jendela telah terkunci, petir berpacu turun dalam gelegarnya menyalangkan pintu langit. Continue reading “Monsoon”

‘Sesiah’ Terakhir

M. Harya Ramdhoni Julizarsyah *
lampungpost.com

Belantara Hanibung, Tanah Bumi Sekala Bgha tahun 1289 Masehi

Sinar matahari pagi yang menembus reranting pokok Sekala menyadarkannya dari pingsan. Kekuk Suik tak tahu pasti berapa lama tak sadarkan diri di dalam belantara ini. Manakala ia siuman segalanya telah tiada. Kekasih yang dicintanya dengan sepenuh hati telah berpulang ke pangkuan dewa dewi. Kepahitan adalah yang tertinggal baginya. Hanya jerit menghiba Seperdu kekasihnya terakhir kali terdengar. Dan amarah Ibunda Ratu Sekeghumong mengguntur memenuhi Lamban Batin Ngajenguk. Disusul suara berderak leher sang kekasih dipatahkan terakot tombak empat algojo. Continue reading “‘Sesiah’ Terakhir”

Wanita yang Lahir pada Hari Kamis

Putu Nopi Suardani*

Beranda

“KENAPA kau tak juga menikah?” wanita di hadapanku menanyakan itu lagi di setiap pertemuan di meja makan. Jika ada 365 kali makan malam yang kami lalui bersama sejak wanita itu resah akan kehadiran cucu, berarti sudah lebih dari 365 kali kudengar kalimat yang isinya sama.

Pernah dalam sebuah makan malam, wanita yang sudah 30 tahun menjadi ibuku itu tak henti-hentinya menanyakan kapan aku akan menikah. Itu bermula dari undangan pernikahan sepupuku. Continue reading “Wanita yang Lahir pada Hari Kamis”

Penghikayat Ular

Mardi Luhung
jawapos.com

Adam, berapa tahun kita terusir? Apa 100, apa 1000, apa 2000 tahun? Kita lupa bukan? Tak apa. Yang pasti, perut kita telah menggelambir. Rambut merontok. Dan sebagian gigi menghitam. Menghitam seperti hati kita yang begitu lama dipanggang oleh matahari yang merendah. Matahari yang menghanguskan ingatan yang berlompatan. Continue reading “Penghikayat Ular”

Bahasa ยป