Syarif Hidayatullah
http://www.lampungpost.com/
Malam ini, langit kelam semakin mempertegas cahaya bulan. Putri, adikku menjadikan tangan kananku sebagai bantal seperti biasa. Rumah gubuk ini ditembus bahasa kerinduan kami pada bulan. Genteng bolong ini amat menyenangkan di musim purnama dan begitu merepotkan ketika hujan datang di sela mimpi kami yang mengawang. Continue reading “Sepotong Bulan Cokelat Vanila”
