Impian yang Tertunda

Dodiek Adyttya Dwiwanto
oase.kompas.com

Ibu sakit keras. Ayah juga. Cepat pulang segera!
Sederetan kalimat inilah yang terus menerus mengisi inbox ponsel dan e-mail milikku. Konsentrasiku mendadak buyar. Aku tidak bisa lagi menfokuskan diri pada pekerjaan. Berkali-kali foto yang aku ambil tidak lagi menarik. Berkali-kali aku mengirim foto via e-mail kepada redaktur foto dan berkali-kali pula menolaknya lantaran tidak ada nilai beritanya. Continue reading “Impian yang Tertunda”

Malam Penentuan

Mahwi Air Tawar
padangekspres.co.id

Rumah Markoya menghadap ke utara. Di ujung barat samping rumah terdapat bangunan langgar: terbuat dari anyaman bambu menghadap ke timur. Sudah tua benar usianya. Pada bagian-bagian tertentu tampak keropos.

Lurus dengan pintu kamar tidur, tak jauh dari beranda sebuah bingkai terbuat dari bilah bambu, terapit balok kayu. Di tengah-tengah bingkai itu ada rajutan benang berwarnai-warni. Nyaris kusam warnanya. Bingkai, rajutan benang itu: Barana, namanya. Continue reading “Malam Penentuan”

Orang Asing

Sunlie Thomas Alexander
suaramerdeka.com

TENTU kau tak bakal mengharapkan kehilangan lelaki itu. Sekiranya kau tahu, setelah sekian lamanya setiap pagi kau selalu menunggunya turun dari bus yang berhenti di depan salon, pagi ini ternyata kau tak akan menemukan sosoknya yang senantiasa membuat jantungmu terpompa lebih kencang. Continue reading “Orang Asing”

Pemuja Durga

S Prasetyo Utomo
http://entertainmen.suaramerdeka.com/

TIAP kali Danu melihat deras arus kali, ia ingin mencebur ke dalamnya. Ingin mandi di antara bebatuan sungai, bening air, dan lembut amis lumut batu. Setelah seharian berjalan meninggalkan rumah ?istri, lima anak lelaki, dua menantu, dan tiga cucu? Danu memerlukan tempat yang nyaman untuk tinggal. Lelaki tua itu mencapai desa di lereng gunung, dengan sungai mengalir bening, dan sebagian orang masih memuja arca Durga berlumut ratusan tahun di pelataran home stay tempat ia menginap. Continue reading “Pemuja Durga”

Bahasa ยป