Beni Setia
jawapos.com
WARTAWAN cepak yang kemarin memburu dan minta komentar itu mendadak muncul –entah dari mana ia tahu warung tempatku nongkrong– tepat ketika Yu Mah menghidangkan segelas kopi dan empat potong pisang goreng. Tanpa malu dan jauh dari mau menghargai privasiku ia segera menyorongkan koran sambil menghenyak di samping. Melirik ke Yu Mah dan minta dibuatkan kopi. Menyulut rokok dan bertanya apa aku keberatan dengan berita tentang kematian Marni di halaman muka. Continue reading “Cerita Singkat tentang Para Pembunuh Psikopat”
