Kyoto monogatari

Seno Gumira Ajidarma
kompas.com

TERBUAT dari apakah kenangan? Aku tidak pernah bisa mengerti, mengapa pemandangan itu selalu kembali dan kembali lagi: suatu pemandangan yang kudapatkan ketika kereta api shinkansen itu tiba-tiba menembus daerah salju dan kulihat seorang perempuan berjalan di luar rumah sendirian dalam badai. Apakah yang dikerjakan seorang perempuan dalam badai yang menggebu seperti itu? Tidak banyak rumah di dataran salju yang kulihat itu, dan hanya perempuan itu yang tampak dalam keluasan serba putih dan memutih sampai di batas cakrawala. Continue reading “Kyoto monogatari”

Ladang Terbakar

Raudal Tanjung Banua
kr.co.id

APA pun kata orang, keputusan Sombiang sudah bulat, tak bisa diganggu-gugat: mengajak istrinya, Lanik, tinggal di ladang. Sebuah pondok kayu bertiang tinggi beratap rumbia-ditisik batang rengsam-kukuh dengan batang kayu pelawan, selesai sudah dibuat. Ada hamparan sahang seluas mata memandang. Sementara pohon-pohon karet tua di lahan arah ke lembah-warisan orangtuanya-sengaja ditebang, sebagai gantinya, kini ratusan batang anak karet kembali ditanam: di tengahnya pondok itu tegak berjaga. Continue reading “Ladang Terbakar”

Unta Masuk Lubang Jarum

Danarto
http://www.jawapos.com/

TIGA orang serdadu Israel itu terkaget-kaget menatap seorang perempuan Palestina yang berdiri diam tak bergerak menggendong bayinya yang menangis. Tiga orang serdadu Israel itu takjub menatap seorang perempuan Palestina yang berdiri diam tak bergerak menggendong bayinya yang menangis. Tiga orang serdadu Israel itu tercekat menatap seorang perempuan Palestina yang berdiri diam tak bergerak menggendong bayinya yang menangis. Ketiganya menyigi perempuan itu dengan mengelilinginya. Continue reading “Unta Masuk Lubang Jarum”

Kristal-Kristal Kesunyian

Indra Tranggono
jawapos.com

Ya, kesunyian telah lama mengkristal di kota kami. Kesunyian telah memadat, nyaris tanpa celah, tanpa rongga atau sekadar pori-pori. Kesunyian telah menjelma serupa dinding kaca. Bening. Bercahaya. Namun tak teraba. Kami, yang tinggal di dalamnya, hanya bisa melambai-lambaikan tangan sebagai uluk salam bagi sahabat, kawan, dan handai taulan yang selalu datang dan menghilang. Continue reading “Kristal-Kristal Kesunyian”

Keluarga Pengkhayal

Lily Yulianti Farid
http://kompas.co.id/

BEBERAPA hari terakhir ini bapak terlihat berseragam sopir taksi.

?Bapak narik taksi, ya? Wah?.?

Bapak tersenyum. Senang sekali tampaknya. Ia mengajakku ke ujung lorong, melihat taksi biru muda terparkir di tepi jalan.

Akhirnya, bapak bekerja lagi setelah enam bulan terakhir ia hanya duduk termenung di rumah. Continue reading “Keluarga Pengkhayal”

Bahasa ยป