Puitisasi Politik, Politisasi Puisi?

Lugiena D?*
http://pr.qiandra.net.id/

Dengan politik, pernyataan-pernyataan tak usah cocok 100% dengan fakta, tapi –seperti halnya puisi– harus bisa memesona. Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 3

Entahlah, sekonyong-konyong di Sabtu pagi, ketika jongkok di tukang koran, saya tiba-tiba tergoda untuk ikut jabung tumalapung, setelah membaca tanggapan lebih lanjut dalam “Puitika, Politika, Retorika” yang ditulis oleh Ahmad Syubbanudin Alwy. Ya, semoga saja bisa menjadi bahan perbandingan. Okeh, kita mulai saja… Continue reading “Puitisasi Politik, Politisasi Puisi?”

Menjadi Tubuh Sendiri

Yopie Setia Umbara*
http://pr.qiandra.net.id/

MEMBACA kembali sajak berjudul “Menjadi Penyair Lagi” karya Acep Zamzam Noor yang bertiti mangsa tahun 1996, saya terpikat untuk lebih dekat dengan sajak tersebut. Sajak ini menjadi judul kumpulan puisi Acep Zamzam Noor Menjadi Penyair Lagi (Pustaka Azan, 2007) dan meraih anugerah Khatulistiwa Literary Award 2007. Continue reading “Menjadi Tubuh Sendiri”

Diksi Traumatik Acep Zamzam Noor

Beni Setia *
cetak.kompas.com

Struktur kumpulan puisi terakhir Acep Zamzam Noor, Menjadi Penyair Lagi, (Pustaka Azan, 2007), dibangun dua fondasi: “Ada yang Belum Kuucapkan” (AyBK), yang terdiri dari 53 sajak, dan “Menjadi Penyair Lagi” (MPL), yang terdiri dari 38 sajak. Bukanlah satu kebetulan bila kumpulan itu diawali dengan sajak “Setelah Mencintaimu” (dari AyBK) dan diakhiri sajak “Di Malioboro” (dari MPL) yang memang diletakkan di pengujung. Continue reading “Diksi Traumatik Acep Zamzam Noor”

POLITIK KEBUDAYAAN

Maman S Mahayana *

Seniman sejati berkarya lantaran desakan hati nurani. Reputasi, kebesaran, dan popularitasnya, pertama-tama sangat ditentukan oleh kualitas karyanya. Maka sesiapa pun dia, dengan ideologi apa pun, dan dengan latar belakang kebudayaan mana pun, tetap akan sampai pada prestasi yang reputasional, jika ia berhasil membangun kualitas karyanya menjadi monumen! Tanpa kualitas, ia hanya akan menjadi pelengkap, medioker, dan namanya tercatat dalam sebuah senarai dengan urutan angka dan daftar karya, tanpa torehan stabilo, tanpa peristiwa. Continue reading “POLITIK KEBUDAYAAN”

Bahasa ยป