MELAMPAUI MULTIKULTURALISME

: MENEROKA WATAK DIVERSITAS KESENIAN DI JAWA TIMUR

Djoko Saryono *

Tulisan ini dimaksudkan sebagai pemantik perbincangan tentang kesenian di Provinsi Jawa Timur yang betapa luas spektrum tema, bermacam-macam isi, dan beraneka penghampirannya sebagai realitas budaya dalam perspektif holistik. Dalam perspektif holistik budaya, kesenian dapat diperlakukan sebagai realitas simbolis (mentifact), realitas sosial (sociofact), dan material (artefact) karena secara holistik budaya mencakupi lapis simbolis, sosial, dan material yang bertali-temali dengan matra-matra kehidupan lainnya. Continue reading “MELAMPAUI MULTIKULTURALISME”

Representasi Kaum Pinggiran dan Kapitalisme *

Melani Budianta
Jurnal Kalam, edisi 14, 1991

Dari berbagai literatur yang muncul, kita-setidaknya- bisa menemukan jejak-jejak historis Indonesia yang muncul dari cangkang modernisme. Kita bisa melihatnya dalam dokumentasi pencitraan Indonesia dalam foto, film, sastra dan media (misal lihat tulisan Kasijanto : 2008). Konsep modernisme ini diwakili oleh “Barat”, meskipun hal ini diakui “setengah-setengah” oleh para pendiri bangsa ini. Hal ini semakin kompleks tatkala masyarakat kita khususnya kalangan “bawah” tak mampu menolak sekaligus “kalang kabut” dengan modernisasi yang datang. Continue reading “Representasi Kaum Pinggiran dan Kapitalisme *”

CERITA, PEMBIMBING DISERTASI, DAN KEBEKUAN NILAI JAWA

Djoko Saryono *

/1/
Bertahun-tahun kemudian baru kusadari, mengapa pesan, nasihat, nilai, dan ajaran moral atau malah kultural dan keagamaan disampaikan melalui cerita. Kekuatan cerita atau kisah begitu luar biasa dalam diri manusia dibandingkan dengan angka-angka statistik dan infografis indah menawan. Dibandingkan angka-angka statistik dan infografis indah menawan, sesungguhnya cerita (storytelling, narrative) yang baik lebih efektif memperkuat ingatan seseorang atau sekelompok orang. Di samping itu, juga lebih efektif menghunjamkan dan menyebarkan pengetahuan-pengetahuan tersembunyi (tacit knowledge). Continue reading “CERITA, PEMBIMBING DISERTASI, DAN KEBEKUAN NILAI JAWA”

Bahasa »