Spritualitas Sastra; Mencegah Dekadensi Moral

Munawar A. Djalil *
aceh.tribunnews.com, 4 Maret 2020

Salah satu akibat terbesar dalam kehidupan manusia terutama bagi yang tidak peduli pada spritualitas agama adalah adanya satu kondisi yang oleh pakar pendidikan, sosiolog dan kaum agamawan menyebutnya sebagai dekadensi moral. Dekadensi berasal dari kata “dekaden” yaitu keadaan yang merosot dan mundur, dengan demikian dekadensi moral merupakan keadaan moral yang merosot dan mengalami kemunduran. Continue reading “Spritualitas Sastra; Mencegah Dekadensi Moral”

RASA BERBAHASA

Aprinus Salam *

Dari berbagai kecenderungan pemakaian bahasa dalam praktik sehari-hari, menjadi tahulah kita konstruksi “selera berbahasa” yang mana yang telah menguasai diri kita. Hal ini perlu diingatkan kembali karena, secara umum, sebetulnya ada tiga lapis bahasa dalam diri kita, yakni bahasa Ibu (lokal), bahasa nasional, dan bahasa non-lokal non-nasional (asing). Implikasi dari pilihan berbahasa itu secara langsung juga memposisikan identitas seperti apa yang kita ambil. Continue reading “RASA BERBAHASA”

Sastra dan Dakwah Islam di Aceh

Munawar A. Djalil *
aceh.tribunnews.com, 30 Nov 2019

Meskipun kata sastra belum dapat didefinisikan secara khusus, namun secara umum sastra merupakan sebuah karya baik berupa tulisan/cetakan maupun hasil kreativitas emosional spontan para sastrawan. Dalam literatur sejarah sastra Aceh terdapat beberapa sebutan yang sering kita dengar seperti haba jamuen, tambeh dan ada juga yang disebut hikayat. Khusus hikayat biasanya para penyair membacanya dengan irama lagu. Continue reading “Sastra dan Dakwah Islam di Aceh”

SEKEPING HIKAYAT DARI BANDA ACEH

Thayeb Loh Angen *
Harian Aceh, 3 Jan 2009

Hikayat ini berjudul ‘Tambeh Tujoh Blah” jilid 3, ditulis oleh T.A. Sakti. Tebalnya 236 halaman. Aku dulunya penyuka hikayat. Namun, kini tak pernah membacanya lagi. Bukan karena sudah tak suka, namun karena tak ada hikayat yang ditulis serius–ini menurutku. Bapakku seorang penyuka hikayat, sama sepertiku. Aku suka hikayat karena kalimatnya bersajak, baik sajak tengah, awal maupun akhir. Persajakan dalam hikayat membuat ia merdu saat diucapkan. Continue reading “SEKEPING HIKAYAT DARI BANDA ACEH”

Bahasa »