Belajar (Lagi) Pada Kata

Amien Kamil

Dari segala macam pengalaman puitik, aku teringat pada apa yang dikatakan oleh karakter John Keating yang dimainkan dengan sangat apik sekali oleh Robin Williams dalam film “Dead Poet Society”, sebuah film Amerika produksi 1989. Adegannya di dalam kelas. Ia bercerita tentang seorang pengajar bahasa inggris di sebuah sekolah khusus laki laki pada era 1950-an yang memberi inspirasi pada murid-muridnya untuk selalu membuat perubahan dalam hidup mereka dan mengajak mereka untuk selalu tertarik dan mencintai puisi. Ia bilang; Continue reading “Belajar (Lagi) Pada Kata”

F. RAHARDI, “MANUSIA SINGKONG” SASTRA MENGGEBRAK DUNIA

Ray Rizal
Suara Pembaruan, 26 Juni 1993

Manusia singkong, julukan yang diberikan orang kepada sastrawan Floribertus (F) Rahardi. Tak ada maksud untuk merendahkan posisi sastrawan ini dalam pelataran sastra di tanah air. Ini hanya suatu cara untuk melihat sosoknya lebih jelas. Sama halnya dengan begitu mudah memahami sajak-sajaknya secara jelas pula. Terbuhul, benang merah yang kuat antara pribadi dan sajak-sajak yang dihasilkannya. Tak salah kiranya pernyataan, karya sastra cermin pribadi pengarangnya. Continue reading “F. RAHARDI, “MANUSIA SINGKONG” SASTRA MENGGEBRAK DUNIA”

Puitika Rumah Sakit Jiwa Dalam Sajak-sajak F. Rahardi

Afrizal Malna

BEBERAPA kali F. Rahardi mengatakan kepada saya bahwa sajak-sajaknya yang terkumpul dalam Soempah WTS (Puisi Indonesia 1983), ia buat dengan main-main. Tidak jelas apa yang ia maksud dengan “main-main”. Apakah ia merupakan suatu cara dalam menulis sajak, yaitu cara main-main. Atau keseluruhan dari sajak-sajaknya adalah merupakan suatu permainan, suatu yang main-main, sesuatu yang tidak serius, yang tidak memiliki usaha terhadap pendalaman, suatu yang bernilai hanya sebagai suatu permainan. Dan apabila ini diteruskan akan menjadi : main-main merupakan salah satu gaya penulisan sajak. Continue reading “Puitika Rumah Sakit Jiwa Dalam Sajak-sajak F. Rahardi”

Bahasa »