MELIHAT DUNIA LEWAT JENDELA CERPEN

Maman S. Mahayana

Korrie Layun Rampan, Tokoh-Tokoh Cerita Pendek Dunia, Jakarta: Grasindo, 2005, xviii + 233 halaman.

Konon, sastra adalah roh kebudayaan. Ia dilahirkan dari sosok sastrawan yang mengalami serangkaian kegelisahan atas problem kultural masyarakatnya. Sastra yang mengangkat dunia manusia menggambarkan gagasan, bahasa, pikiran, perasaan, sikap perilaku, dan pandangan hidup manusia sebagai salah satu bentuk pengejawantahan kebudayaannya. Continue reading “MELIHAT DUNIA LEWAT JENDELA CERPEN”

PERJALANAN PEMIKIRAN ACHDIAT KARTA MIHARDJA

Maman S. Mahayana *

Achdiat Karta Mihardja (lahir 6 Maret 1911), dalam usia yang hampir satu abad, hadir dengan novel terbarunya, Manifesto Khalifatullah (Mizan, 2005), sebuah novel gagasan yang mengingatkan pada magnum opus, Mohammad Iqbal, Javid Namah. Berbeda dengan dua novel sebelumnya, di sana kita seperti kehilangan tokoh Hasan yang peragu (Atheis, 1949) atau tokoh Rivai yang diterjang godaan berbagai problem cinta (Debu Cinta Bertebaran, 1973; 2004). Dalam Manifesto Khalifatullah, sikapnya lebih tegas dan lugas. Itulah estetika yang diusungnya, sekaligus sebagai representasi perkembangan pemikirannya. Continue reading “PERJALANAN PEMIKIRAN ACHDIAT KARTA MIHARDJA”

DUNIA GILA KEHIDUPAN GELANDANGAN

Maman S. Mahayana *

Joni Ariadinata, Kali Mati (Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya, 1999) vi + 164 hlm.

Dunia sastra adalah dunia yang seba mungkin. Dan keserbamungkinan ini lahir dari sebuah proses penjelajahan imajinasi. Mengingat penjelajahan imajinasi dapat mene-robos dimensi ruang dan waktu, maka dunia sastra boleh jadi bolak-balik antara masa lalu, kini, dan masa datang; atau ia juga dapat menclak-menclok dari ruang yang satu ke ruang yang lain. Continue reading “DUNIA GILA KEHIDUPAN GELANDANGAN”

Bahasa ยป