Arah Baru Literasi Indonesia

Ahmad Wiyono *
koran-sindo.com 13 Agu 2017

United Nations Educational Sceintific and Cultural Organization (Unisco) tahun lalu merilis hasil survei gerakan literasi internasional. Yang mengejutkan adalah posisi Indonesia berada pada urutan 60 dari 61 negara yang menjadi objek survei intensif tersebut.

Puisi yang Baik dan yang Buruk

Yohanes Sehandi *
Pos Kupang, 13 Sep 2016

Puisi sering menjadi pilihan untuk melampiaskan isi hati dan pikiran seseorang. Anak muda yang sedang dimabuk asmara, puisi menjadi sarana mengungkapkan cintanya, apakah cinta murni atau palsu. Seseorang yang sedang diliputi gembira atau galau dengan gampang menulis puisi, menghiasi buku harian atau status Facebooknya. Mahasiswa yang demonstrasi membakar semangat dengan berpuisi. Berbagai surat kabar dan majalah memuat beragam puisi. Sebagian besar filsuf pencinta puisi bahkan rangkap menjadi sastrawan. Kitab suci agama-agama ditulis dalam bentuk puisi.

Gerson Poyk, Sastrawan NTT Pemetik Awan

Irwan J Kurniawan
mediaindonesia.com 26 Feb 2017

“BETA mau pentaskan legenda Raja Rote dan Puteri Timor. Tapi, di era sakarang, Beta lia (lihat) sudah sulit dapa (dapat) sponsor ee untuk pementasan di luar Pulau Jawa nah. NTT punya banyak seniman dan sastrawan hebat toh!”

11 Fakta Mengenai Pramoedya Ananta Toer

Ary Cahya Utomo *
http://pelitaku.sabda.org

1. Pendidikan
Sebagai putra sulung tokoh Institut Boedi Oetomo, Pram kecil malah tidak begitu cemerlang dalam pelajaran di sekolahnya. Tiga kali tak naik kelas di Sekolah Dasar, membuat ayahnya menganggap dirinya sebagai anak bodoh. Akibatnya, setelah lulus Sekolah Dasar yang dijalaninya di bawah pengajaran keras ayahnya sendiri, sang ayah, Pak Mastoer, menolak mendaftarkannya ke MULO (setingkat SLTP).

Lewat Islam, Hamka dan Pramoedya Ananta Toer pun Berdamai

Rakhmat Nur Hakim
Kompas.com 29/06/2016

Panasnya api perseteruan tak selamanya abadi. Kadangkala keyakinan yang sama mampu mendamaikannya. Seperti konflik yang terjadi di antara Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) dan Pramoedya Ananta Toer.