DAN TAUFIQ PUN MEMBADUT


Fatah Yasin Noor

Nah! Akhirnya terbit juga. Buku ini lumayan tebal, 400 halaman lebih. Adalah kumpulan tulisan mutakhir Taufiq Wr. Hidayat yang semuanya pernah dimuat di akun facebooknya. Tentu saja setelah melalui proses editing yang ketat. Tak semua yang diunggah di Facebook ada di buku ini. Sebagian pernah dimuat media cetak. Buku adalah jalan terakhir manusia di dunia mengoptimalkan amalan untuk bekal hidup di akherat. Continue reading “DAN TAUFIQ PUN MEMBADUT”

Pitoyo: Sejarah Banyuwangi dan Naskah-naskahnya

Ayung Notonegoro
langgar.co

Berbicara sejarah Banyuwangi, tak bisa terlepas dari arsip-arsip Belanda. Terhitung sejak 1767, kolonialisme Belanda telah bercokol di Bumi Blambangan. Lebih-lebih, tak banyak sumber lokal yang bisa dirujuk sehingga hal ini menempatkan arsip Belanda menjadi sumber primer.

Celakanya, arsip-arsip Belanda tersebut, melahirkan dua kesulitan sekaligus. Pertama, arsip-arsipnya hampir tak ada yang tersimpan di Banyuwangi. Jika tidak di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Jakarta, ya ada di Lieden, Belanda. Butuh waktu, tenaga dan juga biaya, bukan? Continue reading “Pitoyo: Sejarah Banyuwangi dan Naskah-naskahnya”

Sufisme Humanistik dalam “Perawan Mencuri Tuhan”

Ahmad Syauqi Sumbawi

Sufisme humanistik, berangkat dari konsep-konsep al-Qur’an terkait keberadaan manusia dalam kehidupannya. Pada konteks ini, al-Qur’an menyebut manusia dalam beberapa terminologi, yaitu abd Allah, al-basyr, al-insan, al-naas, bani Adam, al-ins, dan khalifah fi al-ardl. Dari terminologi-terminologi tersebut, yang kemudian dikombinasikan dengan perspektif filosofis-antropologis, setidaknya didapatkan sebuah formulasi pemahaman atas keberadaan manusia dalam kehidupan secara luas, yaitu pertama, sebagai hamba Tuhan yang dituntut untuk mengenal dan mencintai Tuhannya. Continue reading “Sufisme Humanistik dalam “Perawan Mencuri Tuhan””