Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin Sepi Pengunjung

oase.kompas.com

Gedung Pusat Dokumen Sastra HB Jassin (PDSHBJ), yang berada di kawasan Pusat Kesenian Taman Ismail Marzuki Jakarta, setiap hari terlihat sepi pengunjung.

“Dari dulu hingga sekarang orang yang datang ke sini biasa-biasa saja dalam sehari antara 15-20 orang,” kata Petugas Pengelola Dokumen PDSHBJ, Agung Trianggono, di Jakarta, Jumat (8/5). Continue reading “Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin Sepi Pengunjung”

Luasnya Wilayah Sosiologi Sastra

Gunoto Saparie *
suarakarya-online.com

KRITIK sastra memiliki korelasi yang erat dengan perkembangan kesusastraan. Menurut Andre Hardjana, kritik sastra merupakan sumbangan yang dapat diberikan oleh para peneliti sastra bagi perkembangan dan pembinaan sastra. Hal senada juga diungkapkan oleh Subagio Sastrowardoyo, bahwa untuk bisa menentukan bagaimana sesungguhnya perkembangan kesusastraan Indonesia, dibutuhkan suatu kritik. Continue reading “Luasnya Wilayah Sosiologi Sastra”

Langkah Sastra Banyumas

Sigit Emwe*
http://www.kr.co.id/

Tulisan ini adalah kegelisahanku dalam merindukan kekasih kerinduan untuk bercengkerama membicarakan kegetiran jiwa yang membuat ku tercabik dan berdarah aku mencoba menuangkan kegelisahan ini pada kanvas batinmu yang menganggapku sebagai kekasih semoga kegelisahan ini menumbuhkan rindu di hatimu agar kau-aku selalu terkenang oleh waktu (Diambil dari coretan harian dari seorang suami kepada istrinya) *** Continue reading “Langkah Sastra Banyumas”

Penghargaan Rancage, Bak di Tengah Padang Tandus

Umi Kulsum
http://kompas-cetak/

Bukan berita baru lagi jika media mengungkapkan perihal bahasa dan sastra daerah yang makin jauh dari masyarakatnya. Perubahan di segala bidang kehidupan, bagaimanapun, memengaruhi pola pikir dan cara hidup masyarakat, termasuk penggunaan bahasa ibu dalam keseharian. Dan, tidak dapat dimungkiri, lahirnya bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu dan bahasa baku dalam teks, baik buku maupun media, membuat peran bahasa daerah semakin kecil. Continue reading “Penghargaan Rancage, Bak di Tengah Padang Tandus”

Temu Sastrawan Indonesia 2 – Membangun Karakter Lokalitas

Rakhmat Giryadi
surabayapost.co.id

Sastra Indonesia dibangun dari sub kultur yang menyebar di seluruh Indonesia. Sastrawan lokal memiliki andil besar dalam khasanah sastra Indonesia.

Mencermati perkembangan kesusastraan Indonesia belakangan ini, kiranya jelas bahwa poros-poros kesusastraan Indonesia di berbagai daerah makin mengukuhkan keberadaannya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika kesusastraan Indonesia secara keseluruhan. Continue reading “Temu Sastrawan Indonesia 2 – Membangun Karakter Lokalitas”

Bahasa ยป