Pemuda dan Krisis Ideologi

Umaruddin Masdar
http://www.bernas.co.id/

R WILLIAM LIDDLE, ahli Indonesia dari Amerika Serikat, pernah menyatakan, membayangkan suatu masyarakat tanpa ideologi adalah sama dengan membayangkan suatu masyarakat tanpa konflik dan suatu bangsa tanpa harapan, suatu keadaan yang tidak akan ditemukan pada masyarakat kontemporer manapun (lihat R William Liddle, “Modernizing Indonesian Politics”, dalam Political Participation in Modern Indonesia, 1973: 177). Continue reading “Pemuda dan Krisis Ideologi”

BOLA DI KEPALA FILSUF

Bagja Hidayat
http://www.ruangbaca.com/

Hegel gagal memimpin para filsuf Jerman lainnya menundukkan pasukan pemikir Yunani yang dikomando Socrates. Gawang Jerman yang dijaga Leibniz bobol oleh tandukan Socrates yang mendapat umpan silang Archimedes di menit ke-89. Masuknya Karl Marx menggantikan Wittgenstein tak mampu mengembangkan permainan tim yang dilatih Marthin Luther itu. Gol tidak sah, Socrates dalam posisi off-side,? teriak Marx. Pertandingan yang dipimpin Confucius dengan hakim garis Santo Agustinus dan Santo Thomas Aquinas itu keburu berakhir. Continue reading “BOLA DI KEPALA FILSUF”

Pes

Goenawan Mohamad
http://majalah.tempointeraktif.com/i

Albert Camus, pengarang yang menulis La Peste tak bisa menerima front pembebasan nasional Aljazair yang melempar bom ke khalayak kulit putih sipil. Camus menolak politik dan mendukung moralitas. (ctp)
SAYA pernah berkenalan dengan seorang profesor yang punya anjing besar dan pacar Prancis yang cantik di sebuah kota di Australia. Mereka (kecuali anjingnya) tampaknya selalu punya perhatian biarpun sedikit, tentang cendekiawan Indonesia dan keanehan-keanehannya. Dalam suatu jamuan makan, sang pacar Prancis berkata tentang salah satu keanehan itu, “Saya heran bahwa Anda di Indonesia sangat menyukai Albert Camus.” Continue reading “Pes”

Albert Camus, Art Summit, dan Orang Hottentot

Sitok Srengenge
majalah.tempointeraktif.com

Pesta kesenian ini ternyata tidak melahirkan pencerahan. Wajar jika biaya Rp 2 miliar itu dianggap royal.
“Hidup ini tidak mudah, tetapi untunglah ada penghiburnya, yaitu agama, seni, dan cinta yang kita tumbuhkan pada diri orang lain.”

Ungkapan Albert Camus itu tertera di sampul belakang katalog Art Summit II 1998. Siapa pun yang memakai kata-kata itu–demi mengabsahkan pesta seni pertunjukan sejagat, yang melibatkan sejumlah seniman dan birokrat, di tengah kondisi serba susah yang dihadapi masyarakat Continue reading “Albert Camus, Art Summit, dan Orang Hottentot”

The Stranger, Satirnya Peradilan Albert Gamus

Free Hearty
padangekspres.co.id

Karya Albert Camus The Stranger adalah Sastra yang penuh filosofi. Proses peradilan Meursault, tokoh utamanya, bernuansa filosofis yang dalam. Hal-hal tidak asing (lumrah) yang ter-asingkan atau hal asing (tidak pantas) yang ter-biasakan adalah salah satu perspektif yang bisa diungkap dari karya ini. Kita kadang merasa asing di negara sendiri, di rumah sendiri atau bahkan dengan diri sendiri. Kita mungkin merasa asing dengan hal baru, namun menjadi tidak lagi asing ketika sudah terbiasa. Continue reading “The Stranger, Satirnya Peradilan Albert Gamus”

Bahasa ยป