Wawan Setiawan
http://www.jawapos.com/
Desau angin hutan pinus menghibur hatiku yang ragu karena terbukanya aib demi aib dalam tubuhku. Aib-aib itu begitu banyak, seluruh organnya mulai jari kaki sampai ubun-ubun mengalaminya. Untunglah ada angin sejuk hutan pinus yang melonggarkan. Angin hutan pinus juga telah memberiku oksigen yang sekarang sudah semakin mahal. ”Dunia enggan disapa,” kata penyair idolaku di suatu tengah malam, menjelang akhir hidupnya. Continue reading “Monolog Hutan Pinus”
