Cinta Sang Sinta

Syifa Amori
http://jurnalnasional.com/

Selain bahasa, musik, dan tampilan visual, unsur kontemporer wayang orang Kidung Sinta diwakili pilihan tema yang universal.

“Itu hanya masalah waktu,” begitu Rahwana merayu Sinta dalam salah satu adegan Wayang Wong Metro Kidung Sinta di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Selasa (3/3). Bahkan Rahwana pun bertutur lembut dan penuh kasih dalam lakon ini. Continue reading “Cinta Sang Sinta”

Pulau Hatta dan Pulau Syahrir

D. Zawawi Imron *
jawapos.com

Ketika dibuang bersama Syahrir ke Pulau Banda, Maluku, Bung Hatta kerepotan untuk mengangkat dan mengangkut buku-bukunya yang beberapa peti, saat turun dari kapal laut di Pelabuhan Bandaneira. Untunglah, ada seorang anak kecil yang menghubungi beberapa penduduk untuk membantunya. Akhirnya buku-buku itu bisa dibawa dari pelabuhan ke rumah yang disediakan pemerintah penjajahan Belanda untuk Bung Hatta dan Syahrir. Continue reading “Pulau Hatta dan Pulau Syahrir”

Cinta dan Kebencian terhadap Buku

Saiful Amin Ghofur
http://www.jawapos.com/

SELUBUNG asap terasa menyesakkan dada ketika pertengahan Februari lalu sekerumunan anak muda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kiai (AMPK) dengan amarah yang meradang membakar buku Kiai di Tengah Pusaran Politik: Antara Kuasa dan Petaka karya Ibnu Hajar, di Alun-alun Sumenep. Saya yang mengunjungi serambi kota itu beberapa waktu lalu masih merasakan geram yang mencekam itu. Continue reading “Cinta dan Kebencian terhadap Buku”

Lukisan Istanbul yang Melankolik

Imam Muhtarom *
jawapos.com

Istanbul dan Pamuk merupakan satu kesatuan yang saling membentuk dalam proses kepengarangan Orhan Pamuk. Istanbul dengan latar sejarahnya yang pernah gemilang di bawah Kesultanan Usmani berabad lampau dan mengalami kemunduran di abad ke-20, pada saat Turki perlahan mengubah menjadi republik dan berkiblat ke Eropa; sementara di sisi lain Orhan Pamuk yang mengambil jalan hidup yang berseberangan dengan rata-rata keluarga kaya dengan memilih menjadi pelukis kemudian pengarang. Antara kota yang membentang kesejarahannya dan pilihan hidup Pamuk tersebut bisa dikatakan paduan yang memukau bagi novel-novel karya Orhan Pamuk di kemudian hari. Continue reading “Lukisan Istanbul yang Melankolik”

Memburu Sukses Tutur Tinular

Sunaryono Basuki Ks*
http://www.jawapos.com/

INGAT drama radio Tutur Tinular, Kaca Benggala dan Mahkota Mayangkara yang pernah merajai radio seluruh Indonesia dan kehadirannya ditunggu jutaan telinga pendengar? Sukses ketiga drama radio panjang itu disusul dengan sukses Pelangi di Atas Gelagahwangi (2007) yang disiarkan oleh 100 stasiun radio dan mendapat sambutan hangat pendengar. Atas sukses tersebut S.Tijab, pengarang sandiwara radio kelahiran Solo 1946 itu mencoba untuk menuliskan Pelangi di Atas Gelagahwangi (PAG) sebagai novel dengan harapan akan meraih sukses pula sebagaimana semua sandiwara radionya. Continue reading “Memburu Sukses Tutur Tinular”

Bahasa ยป