Dari Secarik Pembungkus Terasi

Arif Firmansyah, Rinny Srihartiny, Rana Akbari
http://majalah.tempointeraktif.com/

Sastra daerah punya struktur cerita, model penokohan, dan tema yang lebih sederhana, serta pembaca yang lebih tradisional.

Potongan cerita pendek di kertas pembungkus terasi menarik perhatian seorang gadis kecil. Sambil berjalan, matanya menatap setiap kalimat. Saking asyiknya menikmati cerita dalam bahasa Sunda itu, si gadis tak tahu terasi yang dibeli jatuh entah di mana. Ia baru sadar setelah tiba di rumah. Saat ibunya bertanya, ia menjawab sekenanya, “Mungkin terasi itu tertinggal di warung.” Continue reading “Dari Secarik Pembungkus Terasi”

Penerbit Kiblat, Menghidupkan Tradisi Sastra Sunda

Umi
http://www2.kompas.com/

Tidak banyak orang yang mengenal sastra daerah, baik karena kurang peduli maupun karena ketidaktahuannya akan keberadaan sastra daerahnya sendiri. Tidak mengherankan jika buku-buku sastra daerah sangat terpinggirkan keberadaannya. Dalam industri penerbitan pun tidak ada penerbit yang mau menerbitkan buku berbahasa daerah karena risiko tidak untung atau tidak laku. Continue reading “Penerbit Kiblat, Menghidupkan Tradisi Sastra Sunda”

DOKUMEN BIODATA RINGKAS SASTRAWAN INDONESIA

Maman S. Mahayana *

Judul: Leksikon Susastra Indonesia, Penyusun: Korrie Layun Rampan, Penerbit: Balai Pustaka, Jakarta, Cetakan I: November 2000, Tebal: xv + 576 halaman

Dalam kesusastraan negara mana pun, buku yang memuat sejumlah nama penga-rang berikut karya yang dihasilkannya, sering kali diposisikan sebagai alat legitimasi dan stempel seseorang pantas-tidaknya disebut sastrawan. Buku Twentieth Century Authors A Biographical Dictionary of Modern Literature (disusun Stanley J. Kunitz dan Howard Haycraft, 1963) merupakan contoh, Continue reading “DOKUMEN BIODATA RINGKAS SASTRAWAN INDONESIA”

Nol Rupiah untuk Sastra Bali Modern

I Made Suarsa
Pewawancara: Darma Putra
balipost.co.id

BUAH jatuh tak jauh dari pohonnya. Ungkapan ini cocok untuk melukiskan sosok Drs. Made Suarsa, S.U., terutama setelah dia menerbitkan dua buku kumpulan puisi modern berbahasa Bali. Buku pertamanya berjudul “Ang Ah lan Ah Ang” (2004), yang meraih hadiah sastra Rancage tahun 2005. Buku kedua “Gunung Menyan Segara Madu” (2005), yang belum lama ini diluncurkan di Fakultas Sastra Universitas Udayana dan mendapat sambutan positif dari kalangan sastrawan dan pengamat sastra Bali modern. Continue reading “Nol Rupiah untuk Sastra Bali Modern”

Novel Terakhir Saddam Hussein

TARIAN SETAN
Penulis: Saddam Hussein
Penerbit: Jalasutra, Yogyakarta, Desember 2006, xx + 266 halaman
Peresensi: Erwin Y. Salim
http://www.gatra.com/

Judul buku ini mengingatkan kita pada Ayat-ayat Setan alias The Satanic Verses karya Salman Rushdie yang pernah menggegerkan. Apalagi, pengarangnya adalah tokoh yang cukup kontroversial: Saddam Hussein, pemimpin Irak yang digulingkan Amerikan Serikat dan sekutunya. Continue reading “Novel Terakhir Saddam Hussein”

Bahasa ยป