Wanita Bermata Laut

Gusti Eka *

“Kalian berdua kan sudah ku ingatkan. Hati-hati dengan wanita penggoreng pisang di warung kopi ujung jalan gajahmada. Dia bisa melempar kalian ke lautan seperti dia melempar pisang ke minyak mendidih. Menggulung-gulung kalian bagai ombak dengan penjepit di tangannya. Memotong-motong kalian menjadi delapan bagian dengan pisau dapurnya. Lalu menyeret kalian jauh ke lautan dalam tatapan dan menenggelamkan kalian dalam bentuk senyuman. Kalian berada lima depa dari maut,” kata seorang lelaki tua menasehati dua orang yang baru datang dari Pulau Jawa. Continue reading “Wanita Bermata Laut”