Laki-laki dari Pulau Salju

AS Sumbawi
http://sastra-tanah-air.blogspot.com/

Sebagai seorang laki-laki, sebenarnya berapa teman perempuan anda? Hanya beberapa. Atau sepuluh. Seratus. Seribu. Barangkali seratus ribu dua ratus lima puluh enam. Tak terhitung. Ya, terserah berapa anda menyebutkan. Akan tetapi, Saya pasti akan meragukan jika anda mengatakan bahwa teman perempuan anda sebanyak jumlah perempuan yang hidup di dunia sekarang ini. Apakah benar demikian?! Continue reading “Laki-laki dari Pulau Salju”

HAH

AS Sumbawi
http://media-lamongan.blogspot.com/

Hah. Aku tersentak. Bangun dari tidur. Buru-buru kuraba dada. Hah. Tanganku berlumuran darah. Ternyata bukan hanya mimpi. Benar. Aduh, bagaimana ini?! kataku sendiri. Pikiranku kelam mendung. Bingung.

Kulihat jendela terbuka dengan tirai yang tak tergerai. Sinar rembulan menerobos ke dalam kamar. Sementara udara terasa cukup dingin. Continue reading “HAH”

Venus

AS Sumbawi
http://media-sastra-indonesia.blogspot.com/

Hujan jatuh di luar jendela. Angin dingin menyelusup lewat sela-sela pintu dan jendela kamar. Waktu menunjukkan pukul 22.21 di jam dinding.

Maria masuk sembari mengeringkan rambutnya dengan selembar handuk merah. Ia baru saja mandi setelah hujan mengguyur tubuhnya dalam perjalanan pulang dari rapat sebuah LSM tadi. Seperti biasa, ia langsung mandi. Kalau tidak, tubuhnya akan terserang demam. Dan ia tidak mengizinkan hal itu terjadi. Continue reading “Venus”

Seorang Pembantu, Seekor Kucing, dan Sebuah Guci yang Indah

AS Sumbawi

Sore itu kami pergi ke rumah paman yang baru pulang dari Cina. Sementara Mbok Darti dan seekor kucing tinggal di rumah. Mbok Darti kira-kira berumur enam puluh lima tahun. Kata ibu, dia sudah puluhan tahun menjadi pembantu di rumah kami. Mengurus kebutuhan harian keluarga kami. Dan sejak masih bayi, aku diurus oleh Mbok Darti. Maka, bisa dikatakan bahwa keberadaan Mbok Darti sangat membantu, membikin ringan tugas seorang ibu dalam keluarga kami. Sebenarnya keluarga kami mempunyai seorang pembantu lagi, Lik Paijo. Namun, sore itu dia bersama kami, menyopir. Ya, setiap harinya ia bertugas mengurusi bidang transportasi. Continue reading “Seorang Pembantu, Seekor Kucing, dan Sebuah Guci yang Indah”