TANDA HIDUP
Laki-laki itu beranjak dari kursi, berjalan meninggalkan layar komputer yang menumpulkan sorot matanya. Muram, di bawah bohlam. Di sebuah jendela, dia kemudian berhenti dengan menumpukan kedua sikunya. Menatap malam larut dan lengang, di mana rembulan tanggal sembilan menusuk-nusukkan garis-garis cahayanya pada daun-daun pohonan yang bergoyang perlahan. Di sana, udara mengendap dan menjadi dingin. Continue reading “Prosa-Prosa Pendek Ahmad Syauqi Sumbawi”
