Prosa-Prosa Pendek Ahmad Syauqi Sumbawi

TANDA HIDUP

Laki-laki itu beranjak dari kursi, berjalan meninggalkan layar komputer yang menumpulkan sorot matanya. Muram, di bawah bohlam. Di sebuah jendela, dia kemudian berhenti dengan menumpukan kedua sikunya. Menatap malam larut dan lengang, di mana rembulan tanggal sembilan menusuk-nusukkan garis-garis cahayanya pada daun-daun pohonan yang bergoyang perlahan. Di sana, udara mengendap dan menjadi dingin. Continue reading “Prosa-Prosa Pendek Ahmad Syauqi Sumbawi”

MERAYAKAN RASA SYUKUR DAN JIWA INDONESIA

(Refleksi Nilai sekitar Proklamasi dan Peringatan Tahunan)
Ahmad Syauqi Sumbawi *

Jauh sebelum “Hari Kemerdekaan ke-74” diperingati tahun 2019 ini, Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, hanya dihadiri oleh para pemimpin nasional dan rakyat yang berada di Jakarta. Pukul 10.00 waktu Indonesia bagian Jl. Pegangsaan Timur No.56, Soekarno-Hatta dengan mengatasnamakan Bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya dari segala bentuk penjajahan. Continue reading “MERAYAKAN RASA SYUKUR DAN JIWA INDONESIA”

MEMBACA PROSES KESADARAN MANUSIA

Catatan Kesan atas Kumpulan Cerpen “Bocah Luar Pagar”
Ahmad Syauqi Sumbawi *

Lahirnya sebuah karya sastra, pada umumnya, merepresentasikan proses berkesadaran. Dimulai dengan pembacaan atas hidup dan kehidupan, manusia membuat jarak. Bukan terpisah, tetapi menjadikannya sebagai “medan makna” untuk kemudian hadir dengan kesadaran atas eksistensinya, yang termanifestasikan dalam karya. Karena itu, sebuah karya sastra tidak hanya bermakna, tetapi juga menciptakan ruang bagi tumbuhnya kesadaran pada diri manusia. Continue reading “MEMBACA PROSES KESADARAN MANUSIA”

KAUNIYAH DAN HUMANISME DALAM PUISI *

Catatan Kesan atas Antologi Puisi “Pengembaraan Burung”

Ahmad Syauqi Sumbawi *

Kehidupan dunia adalah “kawah penyadaran”, dimana manusia berhadapan dengan realitas yang menuntutnya untuk memahami keberadaan dirinya secara luas. Tidak hanya di dunia, pemahaman itu pun melintasi berbagai alam, baik alam arwah maupun alam barzah dan akhirat—serta hal-hal eskatologis lainnya—. Continue reading “KAUNIYAH DAN HUMANISME DALAM PUISI *”

Bahasa »