Abdul Aziz Rasjid
Suara Karya, 15 Agus 2009
Rendra adalah usia dan nafas panjang, begitulah Binhad Nurrohmat mengawali esai yang berjudul “Dari Perempuan Hingga Kekuasaan” dalam buku Membaca Kepenyairan Rendra (KEPEL, 2005). Namun, Kamis malam, 6 Agustus 2009 tepatnya pukul 22.15, kabar duka kita terima; Willybordus Surendra meninggal dunia, Bagi saya pribadi, berita itu menyentakkan hati dan saya kira bukan hanya keluarga besar Rendra saja yang sedang diliputi duka. Continue reading “Rendra: “Semuanya Tersenyum dan Melambaikan Tangan Kepadaku””
