MITOS KECEMASAN

Taufiq Wr. Hidayat

Pada suatu malam, tatkala lampu-lampu di sebuah kota dinyalakan—tak akan disebutkan di mana kota yang dicekam malam itu dalam esai ini, ketakutan datang bagai dari zaman purba. Lampu-lampu menyala tanpa siapa-siapa. Ketakutan dan kekhawatiran itu memasuki rumah-rumah, perkantoran, perhotelan, tempat-tempat yang biasa disinggahi orang, sarana-sarana transportasi. Continue reading “MITOS KECEMASAN”

Puisi, Kota, Urbanisasi

Bandung Mawardi *
Kompas, 3 Feb 2013

Urbanisasi adalah dilema tanpa akhir dalam kompleksitas perkara politik, ekonomi, sosial, identitas, dan kultural. Urbanisasi menjadi risiko modernitas. Dilema urbanisasi selalu memberi pesimisme tanpa solusi. Utopia-utopia dari laku urbanisasi selalu menutupi pesimisme dan mimpi buruk. Taruhan nasib untuk hidup mungkin janji sepele dari mitos urbanisasi. Continue reading “Puisi, Kota, Urbanisasi”

Afrizal dan Puisi Peristiwa

Geger Riyanto *
Kompas,10 Mar 2013

Artikel Bandung Mawardi di Kompas (3/2) menarik untuk memicu diskusi tentang puisi Afrizal Malna. Sayangnya, tulisan itu sendiri berhenti setelah meraba bahwa ada recik gambaran kenyataan urban dalam karyanya, tak membawa kita lebih jauh dari pembacaan yang nyaris sama tuanya dengan usia kepenyairan Afrizal sendiri. Continue reading “Afrizal dan Puisi Peristiwa”

Koreografi dari Ambang Batas Tari

Afrizal Malna

Sebuah percakapan kecil, gerak-gerak kecil, terputus, ragu, gerak diulang kembali, merupakan adegan-adegan pembuka pertunjukan tari Ruang Abu-Abu karya Sekar Alit dari Surabaya. Lalu seorang penari perempuan, yang dimainkan sendiri oleh Sekar Alit, menyanyikan sebuah lagu cinta yang juga penuh keraguan. Sebuah koreografi yang mulai ditempatkan di atas ambang batas tari dengan yang bukan tari. Tari tidak lagi melulu diperlakukan sebagai sebuah kesatuan gerak, tetapi juga sebagai instalasi gerak dengan struktur yang tidak saling mengikat. Continue reading “Koreografi dari Ambang Batas Tari”

Bahasa ยป